Bimbingan Konseling STKIP PGRI Pontianak

Bimbingan Konseling, Universitas, Pontianak, Psikologi, Budaya, Pendidikan, STKIP PGRI Pontianak

Blog & Referensi

Bimbingan dan Konseling

Blog khusus bidang konseling

view:  full / summary

Cara jitu nembak cewek

bk-stkip-pontianak Posted by bk-stkip-pontianak at 03:39 AM on June 19, 2009 Comments comments (0)

Berdasarkan banyaknya pertanyaam masalah cara terbaik nembak cewek, maka kami melampirkan beberapa tips untuk menembak / menyatakan perasaan cinta terhadap wanita yang di idam2kan. baca tips2nya di bawah ini.

Anda kesulitan Nembak cewek ? atau butuh tips buat nembak cewek yah ? Langsung aja anda baca disini deh tips untuk nembak cewek dan menaklukkan hati cewek. – Kalo cara tradisionalnya yaitu sicowok memberikan cincin sambil berlutut di depan cewek. Hehehe tapi inicara basi banget udahan


-langkah pertama kmu harus tunjukin dulu perasaan cinta dansayang kamu yang tulus kepada dia, misalnya membantu jika ia dalammasalah dsb. setiap orang pasti bisa menunjukkan rasa cinta/ sayangterhadap orang lain melalui cara non verbal atau perbuatan dan perilakuyang bisa tersampaikan kepada sasaran. lihat responnya jika kmu sudahmerasa bahwa kmu sudah menunjukkan rasa suka / cinta padanya, reponnyaacuh, biasa, atau memberikan sinyal terima.


 

 

-langkah kedua cari tahu tempat2 yang disenangi oleh si cewek dan lihat sikonnnya apakah ia sedang gembira atau sebaliknya. klu bisa sikonnya harus tepat.



ada juga beberapa tips dibawah ini yang mungkin berharga;


- Jika si cewek suka jadi pusatperhatian, adakanlah pesta kejutan dengan semua teman-temannya dankalau perlu keluarganya. Lalu anda tembak dia disana deh. Tapi jikaditolak resiko anda tanggung sendiri.

 

- Jika si cewek suka hal yg romantis, bawalah setangkai bunga mawar dan lakukanlah penembakan di tempat favoritnya.

 

- Jika cewek tipe yang suka  atau hobiolahraga, lakukanlah penembakan di atas gunung saat kemah, camping ataulagi daki gunung gitu deh.

 

- Jika dia suka basket ataupertandingan olahraga, berikanlah kejutan dengan melamarnya di stadiontempat berlangsungnya pertandingan di depan orang banyak di stadiontersebut. Hahahaha kalo ditolak ga tanggung gue.

 

- Hari Valentine juga merupakankesempatan yg bagus, (bentar lagi kan palentine) di hari spesial inijika dia memberikan mawar atau cokelat maka ini akan menjadi kejutanbesar

– Jika anda cowok pemalu dan ga berani ngomong langsung sama dia, bikin aja video trus ajak nonton bareng sama si cewek itu.

 

- Jika anda tau dia suka dengerin radiotiap hari, cari tau aja stasiun radio yg dia suka puter, terus bikinkejutan dengan nembak dia di radio. Dengan sms on air di radio dantembak dia. Tapi kalo anda berani langsung aja anda telepon dia danlangsung aja anda tembak.

 


SELAMAT MENCOBA DAN SEMOGA BERHASIL

Cara mengendalikan sikap dan tindakan orang lain

bk-stkip-pontianak Posted by bk-stkip-pontianak at 09:16 AM on June 10, 2009 Comments comments (0)

Ingatkah Anda tentang kisah David Coperfile,seorang penyihir yang mengendalikan tindakan orang lain dengan kekuatanmisterius? Mungkin Anda akan keheranan setelah mengetahui bahwamasing-masing dari kita semua, dengan caranya sendiri sama saja dengandavid.. bukan karena kita memiliki kekuatan misterius sebagai penyihiratau penghipnotis. Tetapi kita semua sudah memberlakukan pengendalianatas tindakan dan sikap orang lain.

Satu-satunya kesulitan yang ada adalah bahwa kita tidak menyadaribahwa kita memberlakukan kekuatan ini, dan kita kerap kalimenggunakannya untuk merugikan diri sendiri dan bukan untukmenguntungkan diri sendiri.

Beberapa orang mungkin keberatan terhadap gagasan “mengendalikan” tindakan orang lain. Tetapi setelah Anda memahami hukum psikologiyang akan saya uraikan kepada Anda dalam bab ini, Anda akan melihatbahwa kita benar-benar tidak punya pilihan lain. Masing-masing darikita semua mempengaruhi dan mengendalikan tindakan orang yang kita ajakberhubungan.

Sebagai contoh, mungkin Anda akan keheranan mengetahui bahwa 90persen dari semua kasus ketika Anda diperlakukan secara tidak hormat,diejek dll, sesungguhnya Anda sendirilah yang secara harfiah“memintanya”.

Coba Anda ingat baik-baik ketika orang lain marahpada Anda, sesungguhnya Andalah yang meminta dia untuk marah pada Anda.Anda mengendalikan sikap dia. Dan apakah Anda ingat ketika Andatesenyum pada orang lain? Dia pun tersenyum pada Anda. Ini membuktikanbahwa masing-masing dari kita mengendalikan tindakan orang lain.

Ingatlah ini, setiap orang ingin “menyesuaikan diri dengan keadaan”.Ada sebuah hukum psikologi yang membuat manusia bereaksi dan memberikantanggapan terhadap sikap dan tindakan yang dinyatakan oleh orang lain,dengan cara yang sama.

Dalam berurusan dengan orang lain, kita melihat sikap kita sendiriterpantul kepada kita dalam perilaku mereka. Ini hampir sama sepertikalau Anda berdiri dihadapan cermin. Kalau Anda tersenyum, orang yangdi cermin juga tersenyum. Kalau Anda berteriak, orang yang di cerminpun berteriak.

Hanya sedikit orang yang menyadari betapa penting dan betapa bisadiramalkan hukum psikologi ini. Ini dapat diteliti dan di pelajari samaseperti hukum alam lainnya. Jika kita telah mengetahui hukum psikologiini, maka kita bisa mengendalikan orang lain dengan lebih mudah. Samaseperti ketika kita ingin memanaskan air, maka kita harus merebusnyadengan suhu 100 derajat celcius.

Jika contoh hukum fisika adalah ketika air pada suhu 0 derajat celcius maka air akan beku.

Maka Sebagai contoh dari hukum psikologi ini adalah hukum cermin. Yaitu kita tersenyum, maka dia tersenyum.

Jadi, sama seperti hukum alam lainnya, hukum psikologi ini dapatdipelajari dan diteliti. Dan kemudian dimanfaatkan dalam kehidupansehari-hari.

 


Pengaruh musik pada anak

bk-stkip-pontianak Posted by bk-stkip-pontianak at 08:54 AM on June 10, 2009 Comments comments (0)

Penelitian membuktikan bahwa musik, terutama musik klasik sangat mempengaruhi

perkembangan IQ (Intelegent Quotien) dan EQ (Emotional Quotien). Seorang anak

yang sejak kecil terbiasa mendengarkan musik akan lebih berkembang kecerdasan

emosional dan intelegensinya dibandingkan dengan anak yang jarang mendengarkan

musik. Yang dimaksud musik di sini adalah musik yang memiliki irama teratur dan

nada-nada yang teratur, bukan nada-nada ?miring?. Tingkat kedisiplinan anak

yang sering mendengarkan musik juga lebih baik dibanding dengan anak yang

jarang mendengarkan musik.

Grace Sudargo, seorang musisi dan pendidik mengatakan, ?Dasar-dasar musik

klasik secara umum berasal dari ritme denyut nadi manusia sehingga ia berperan

besar dalam perkembangan otak, pembentukan jiwa, karakter, bahkan raga manusia?.

Penelitian menunjukkan, musik klasik yang mengandung komposisi nada

berfluktuasi antara nada tinggi dan nada rendah akan merangsang kuadran C pada

otak. Sampai usia 4 tahun, kuadran B dan C pada otak anak-anak akan berkembang

hingga 80 % dengan musik.

?Musik sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Musik memiliki 3 bagian penting

yaitu beat, ritme, dan harmony?, demikian kata Ev. Andreas Christanday dalam

suatu ceramah musik. ?Beat mempengaruhi tubuh, ritme mempengaruhi jiwa,

sedangkan harmony mempengaruhi roh?. Contoh paling nyata bahwa beat sangat

mempengaruhi tubuh adalah dalam konser musik rock. Bisa dipastikan tidak ada

penonton maupun pemain dalam konser musik rock yang tubuhnya tidak bergerak.

Semuanya bergoyang dengan dahsyat, bahkan cenderung lepas kontrol. Kita masih

ingat dengan ?head banger?, suatu gerakan memutar-mutar kepala mengikuti irama

music rock yang kencang. Dan tubuh itu mengikutinya seakan tanpa rasa lelah.

Jika hati kita sedang susah, cobalah mendengarkan musik yang indah, yang

memiliki irama (ritme) yang teratur. Perasaan kita akan lebih enak dan enteng.

Bahkan di luar negeri, pihak rumah sakit banyak memperdengarkan lagu-lagu indah

untuk membantu penyembuhan para pasiennya. Itu

suatu bukti, bahwa ritme sangat mempengaruhi jiwa manusia. Sedangkan harmony

sangat mempengaruhi roh. Jika kita menonton film horor, selalu terdengar

harmony (melodi) yang menyayat hati, yang membuat bulu kuduk kita berdiri.

Dalam ritual-ritual keagamaan juga banyak digunakan harmony yang membawa roh

manusia masuk ke dalam alam penyembahan. Di dalam meditasi, manusia mendengar

harmony dari suara-suara alam disekelilingnya. ?Musik yang baik bagi kehidupan

manusia adalah musik yang seimbang antara beat, ritme, dan harmony?, ujar Ev.

Andreas Christanday.

Seorang ahli biofisika telah melakukan suatu percobaan tentang pengaruh musik

bagi kehidupan makhluk hidup. Dua tanaman dari jenis dan umur yang sama

diletakkan pada tempat yang berbeda. Yang satu diletakkan dekat dengan pengeras

suara (speaker) yang menyajikan lagu-lagu slow rock dan heavy rock, sedangkan

tanaman yang lain diletakkan dekat dengan speaker yang memperdengarkan

lagu-lagu yang indah dan berirama teratur. Dalam beberapa hari terjadi

perbedaan yang sangat mencolok. Tanaman yang berada di dekat speaker lagu-lagu

rock menjadi layu dan mati, sedangkan tanaman yang berada di dekat speaker

lagu-lagu indah tumbuh segar dan berbunga. Suatu bukti nyata bahwa musik sangat

mempengaruhi kehidupan makhluk hidup.

Alam semesta tercipta dengan musik alam yang sangat indah. Gemuruh ombak di

laut, deru angin di gunung, dan rintik hujan merupakan musik alam yang sangat

indah. Dan sudah terbukti, bagaimana pengaruh musik alam itu bagi kehidupan

manusia.

Wulaningrum Wibisono, S.Psi mengatakan, ?Jikalau Anda merasakan hari ini begitu

berat, coba periksa lagi hidup Anda pada hari ini. Jangan-jangan Anda belum

mendengarkan musik dan bernyanyi?.

sumber : http://www.mail-archive.com/media-dakwah@yahoogroups.com/msg08782.html

lihat artikel psikologi anak lainnya di kategori anak


silahkan download lagu2 clasic mozart untuk anak dan bayi klik di sini

silahkan download lagu2 clasic Beethoven untuk anak dan bayi klik di sini

 

 

 

 



Kemarahan orangtua pengaruhi sikap anak

bk-stkip-pontianak Posted by bk-stkip-pontianak at 08:50 AM on June 10, 2009 Comments comments (0)

TERIAKAN bocah malang itu tidak juga menghentikangerakan tangan sang ayah untuk berhenti memukuli tubuh ringkihnya.Barulah setelah tubuh itu diam tak bergerak, kesadaran si ayah langsungpulih. Apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur, nyawa pun melayangsia-sia.

Itu bukan cerita rekaan, tapi benar terjadi Desember 1984. Kasuspenganiayaan terhadap Arie Hanggara yang dilakukan ayahnya, menjadicerita memilukan. Bahkan sempat diangkat ke layar perak.

Arie menjadi korban kekerasanayahnya yang menyebabkan nyawanya melayang. Ternyata Arie bukan anakterakhir yang mengalami nasib memilukan ini. Penyiksaan anak (childabuse) malah terjadi sepanjang tahun. Bahkan UNICEF pada 2003 melansirlaporan sebanyak 3.500 anak berusia kurang dari 15 tahun tewas setiaptahun akibat perlakukan kejam.

Riset yang dilakukan UNICEF di beberapa negara itu juga menunjukkan tingkat kekerasanyang berakhir dengan kematian terjadi di negara-negara kawasan Amerika,Eropa, Pasifik, tergolong tinggi, seperti di AS, Meksiko, Portugal,Belgia, Ceko, Hongaria, Prancis, dan Selandia Baru. Namun Spanyol,Yunani, Italia, Irlandia, dan Norwegia justru tergolong rendah.

Dari temuan UNICEF, ada dua faktor penyebab terjadinya kekerasanterhadap anak. Pertama, stres dan kemiskinan. Kemudian rumah tanggayang kerap diwarnai kekerasan antara suami dan istri.

Bentuk kekerasan yang tidak tepat bisa berpengaruh buruk pada anakdalam jangka panjang. Makian kasar seperti “dasar anak sial” atau“dasar anak nakal” akan terekam kuat dalam diri si anak.

Anak yang sering dimarahi orang tuanya, apalagi diikuti denganpenyiksaan, cenderung meniru perilaku buruk (coping mechanism) sepertibulimia nervosa (memuntahkan makanan kembali), penyimpangan pola makan,anorexia (takut gemuk), kecanduan alkohol dan obat-obatan, dan memilikidorongan bunuh diri.

“Marah merupakan hal yang normal, tapi kemarahan yang tidak tepatbisa memengaruhi kondisi psikis dan fisik anak,” ujar psikolog dariJagadnita, Diah P Paramita dalam acara bertajuk ‘Seni bertengkar sehatdengan anak’ di Jakarta, Sabtu (30/8).

Sedangkan psikolog dari Medicare Clinic Anna Surti Arianimenambahkan, tindakan seperti mencubit atau memukul sedapat mungkindihindari, karena sama sekali tidak perlu. “Asalkan menguasaiteknik-teknik mendisiplinkan anak, 50% kenakalan anak akan teratasi,”katanya.

Menurut Nina, begitu ia disapa, mendisiplinkan anak balita harussecara konkret, seperti menunjukkan wajah cemberut. Pada usia inimereka cenderung meniru. Hal ini sesuai dengan perkembangan kognitifanak. Sedangkan pada anak usia SD disarankan menggunakan metode brokenrecord (piringan hitam rusak). “Ibarat piringan hitam rusak, ucapkanapa yang diinginkan orang tua berulang-ulang,” jelas Nina.

Diah pun menambahkan, marah yang bertujuan untuk mendidik danmemperbaiki kesalahan-kesalahan agar perbuatan serupa tidak terulanglagi. Kemarahan yang diekspresikan secara tidak tepat, akan memengaruhikemampuan orang tua dalam menerapkan disiplin dan memengaruhi hubunganorang tua dengan anak.

Marah yang diikuti pemukulan menimbulkan luka batin, benci terhadaporang tua, rendah diri, antisosial, dan suka berkelahi. “Anak-anak sukameniru, kalau dipukul akan balas memukul. Selain itu memukul tidakmengubah perilaku,” sambung Diah.

Child Right Information Network–sebuah organisasi yang peduli padanasib anak-anak– memaparkan pemukulan terhadap anak-anak (baik dengantangan, ikat pinggang, tongkat, atau sepatu), menendang, melempar,mengguncang-guncangkan tubuh anak, mencakar, menggigit, menyuruh anakdiam dalam posisi yang membuatnya tidak nyaman, bila terjadi di Eropadapat dikenai tuduhan melakukan tindakan kriminal. Austria, Denmark,Finlandia, Islandia, Jerman, Norwegia, dan Swedia memiliki UU yangmelarang keras penyiksaan fisik terhadap anak-anak.

Kekesalan orang tua bisa berdampak pada anak. Maka dari itu, orangtua harus menyelesaikan masalahnya lebih dulu. Menurut Diah, orang tuabisa mengikuti terapi untuk mengatasi kemarahan di masa lalu.

Selanjutnya melakukan identifikasi masalah di masa lalu. “Anak yangibunya sering sekali marah akan sulit untuk disiplin,” tegasnya.

Dalam dialog tersebut juga terungkap bahwa anak yang dekat denganorang tuanya akan jarang marah. Bila hubungan itu harmonis dan akrab,orang tua lebih mengenal karakter anak sehingga dapat menghindarikondisi pemicu pertengkaran. Diah menyarankan menarik napas setiap kalihendak marah. “Kondisikan diri untuk tidak memerhatikan hal-hal kecilyang bisa membuat marah.”

Agar hubungan orang tua-anak harmonis tingkatkan pendekatan denganmelakukan kegiatan bersama. Kemudian memberi contoh/sikap yang baikbisa meningkatkan rasa percaya diri. Meluangkan waktu untuk bermainbersama, dan memberikan tanggung jawab, membuat anak merasa spesial.“Ajak anak menyiram tanaman biarkan anak memegang selang air,” jelasDiah memberi contoh.

Selain hal yang diungkapkan di atas, Diah menyarankan orang tuamenjalin komunikasi nonverbal. Yakni melakukan kontak mata saatberbicara, sikap tubuh sejajar saat berbicara (sambil duduk ataujongkok), rendahkan nada suara, berikan pelukan dan sentuhan lembutpada kepala sebagai tanda berbaikan usai memarahi.

Sumber : Media Indonesia Online

 


Jati diri remaja

bk-stkip-pontianak Posted by bk-stkip-pontianak at 08:42 AM on June 10, 2009 Comments comments (0)

Setiap remaja harus mempersiapkan diri sebagai khalifah Allah. Merekaharus mempunyai tujuan dan kesungguhan sebagai insan yang taat dankreatif. Tujuan hidup yang tidak bercanggah dengan kehendak Islamhendaklah disemai ke dalam diri seorang remaja jika mereka mahu berjayadan maju sebagai generasi yang cemerlang dan diberkati.

 

Pengendalian Diri

 

Remaja memerlukan pengendalian diri kerana remaja belum mempunyaipengalaman yang memadai dalam perkara ini. Masa remaja banyak menyentuhperasaan seorang remaja sehingga menimbulkan jiwa yang sensitif danpeka terhadap diri dan lingkungannya. Perkembangan ini ditandai dengancepatnya pertumbuhan fizikal dan seksual. Akibat dari pertumbuhanfizikal dan seksual yang cepat itu maka timbullah kegoncangan dankebingungan dalam diri remaja, khususnya dalam memahami hubungan lainjenis.

Dari keadaan yang dihadapi remaja ini akan menimbulkan duamasalah. Pertama dorongan seksual kerana ingin membuktikan bahawa diritelah dewasa sehingga berakhlak yang kurang sopan di tengah masyarakat,sehingga orang ramai menilai bahawa remaja hanya menimbulkan masalah.Padahal ketika itu remaja sedang meraba-raba dalam mencarijatidirinya.Kedua, mungkin juga remaja hilang kendali dalam dirinyasehingga lebih cenderung mengikuti nafsunya itu, ataupun remaja lebihsuka menyendiri dan menutup diri.

Remaja yang merasakan bahawafizikalnya sudah seperti orang dewasa sehingga ia merasa pula harusbersikap seperti orang dewasa untuk menutup keadaan dirinya yangsebenar harus memahami bahawa anggapannya itu hanya sekadar imitasiatau peniruan. Untuk itu remaja harus pandai mengendalikan diri dalammenghadapi dunia yang penuh dengan pancaroba dan gejolak ini.Hindarilah dari hanya mengikut kehendak hati, tapi gunakanlah fikiranagar setiap keputusan yang diambil benar-benar mengikuti citarasa ibubapa, masyarakat dan agama.

 

Rasa Kebebasan Remaja

 

Pada usia remaja sangat memerlukan kebebasan emosional dan material.Kematangan dalam bidang fizikal atau tubuh mendorong remaja untukberdikari dan bebas dalam mengambil keputusan untuk dirinya sehinggaremaja terlepas dari emosi ibu bapa dan keluarga. Ramai ibu bapa tidakmemahami keinginan yang tersimpan di dalam jiwa remaja, sehinggamembatasi sikap, keperibadian dan tindakan-tindakan mereka, denganalasan merasa belas kasihan dan lain-lain. Dengan cara ibu bapasedemikian remaja merasa dirinya tidak dipercayai oleh orang tuanya,akibatnya remaja yang tidak memahami akan hakikat dirinya sendiri akanmemberontak dan melawan kepada kedua ibu bapa.

Remaja yang berimanakan mengerti bahawa rasa kebebasan yang timbul dari dalam dirinya itubukan selamanya harus dituruti, tetapi harus diatasi dengan cara yangbijaksana. Memang betul dalam satu aspek remaja memerlukan kebebasanuntuk menentukan keputusannya, namun dari aspek lain remaja masihmemerlukan orang tua untuk membimbing dan memberi tunjuk ajarkepadanya. Jadi berfikirlah secara positif agar tuntutan dalam diri itutidak mengalahkan tuntutan dan kehendak mulia orang tua terhadap dirianaknya. Jika ini dapat diatur secara efektif maka tidak akan timbulkonflik kejiwaan dalam diri seorang remaja.

 

Rasa Kekeluargaan Remaja

 

Sebetulnya keperluan remaja terhadap kebebasan diri sendiri dan inginberdikari itu bertentangan dengan keperluannya untuk bergantungterhadap ibu bapanya. Gejolak jiwa tersebut membuat remaja merasa tidakaman, kerana dari satu aspek ia sangat memerlukan keluarganya, namundari segi yang lain dia ingin berdakari. Pengalaman kejiwaan semacamini menyebabkan remaja menjadi bingung dan tidak menentu. Bagi remajayang mengerti peristiwa yang sedang menimpa jiwanya dia akanberhati-hati dalam mengmbil sebarang tindakan, sehingga ia akan menjadiremaja yang tidak tertekan perasaan.

Rasa kekeluargaan dalam diriremaja ini bukan saja terjadi dalam lingkungan ibu bapa dan sanaksaudara, tetapi juga pada kelompok teman seperjuangan, organisasi,sukan dan lain-lain. Jika perasaan ini disemai dengan baik, maka remajatidak akan mengalami stres dan tekanan perasaan dan menjadikankecenderungan jiwanya itu ke arah yang positif.

 

Kehidupan Sosial Remaja

 

Remaja sangat memerlukan agar kehadirannya diterima oleh orang-orangyang ada dalam lingkungannya, di rumah, di sekolah ataupun dalammasyarakat di mana ia tinggal. Rasa diterima kehadirannya oleh semuapihak ini menyebabkan remaja merasa aman, kerana ia merasa bahawa adadukungan dan perhatian terhadap dirinya. Perkara ini merupakan motivasiyang baik bagi diri remaja untuk lebih berjaya dalam menghadapikehidupannya.

Penerimaan masyarakat terhadap diri seseorangberperanan dalam mewujudkan kematangan emosi. Pada umumnya remajasangat peka terhadap pujian dan cacian disekitarnya sehinggamenyebabkan remaja mudah tersinggung. Jika ini terjadi remaja hendaklahmemahami bahawa tidak semua manusia itu dalam keadaan serba baik,kemungkinan kesilapan yang dilalakukan oleh masyarakat sekitar itudapat mendorong kita lebih matang dalam menghadapi masalah. Remaja jugaharus menyedari, kemungkinan juga cacian dan celaan itu timbul keranakesalahan dari pihak remaja sendiri. Bagi remaja yang beriman akanmenghadapi suasana sosial semacam ini dengan lebih tenang dan sabar,sehingga ia akan menjadi remaja yang berhasil dan cemerlang.

 

Penyesuaian Diri Remaja

 

Penyesuaian diri terhadap orang lain dan lingkungan sangat diperlukanoleh setiap orang, terutama dalam usia remaja. Kerana pada usia iniremaja banyak mengalami kegoncangan dan perubahan dalam dirinya.Apabila seseorang tidak berhasil menyesuaikan diri pada masakanak-kanaknya, maka ia dapat mengejarnya atau memperbaikinya pada usiaremaja. Akan tetapi apabila tidak dapat menyesuaikan diri pada usiaremaja, maka kesempatan untuk memperbaikinya mungkin akan hilang untukselama-lamanya, kecuali boleh didapati melalui pengaruh pendidikan danlatihan-latihan.

Remaja yang mampu menyesuaikan diri dengan oranglain dan lingkungannya mempunyai ciri-ciri antara lain; sukabekerjasama dengan orang lain, simpati, mudah akrab, disiplin danlain-lain. Sebaliknya bagi remaja yang tidak mampu menyesuaikan dirinyadengan orang lain atau lingkungannya mempunyai ciri-ciri; sukamenonjolkan diri, menipu, suka bermusuhan, egoistik, merendahkan oranglain, buruk sangka dan sebagainya. Jika kebetulan remaja belum mampumenyesuaikan diri dengan cara yang lebih baik, maka berusahalah ke arahpembinaan akhlak yang mulia, maka insya Allah suatu saat nanti kitaakan mampu. Seorang remaja jangan lekas putus asa dan patah hati dalammenghadapi kehidupan ini jika ingin lebih sukses dan cemerlang di masaakan datang.

 

Keyakinan Agama dan Nilai Murni Remaja

 

Keinginan remaja terhadap sesuatu kadang kala tidak dapat dipenuhikerana dihalangi oleh ketentuan agama dan adat kebiasaan di tengahmasyarakat. Pertentangan itu semakin ketara jika remaja menginginkansesuatu hanya menurut selera dan kehendaknya saja. Mereka berpakaianyang tidak senonoh, menonton video lucah dan berperangai tidak manis dipandang mata, padahal semua perbuatan ini berlawanan dengan ketentuanagama dan nilai-nilai murni. Bagi remaja yang padai menempatkan dirinyapada posisi yang betul maka dia akan menghindari segala keinginan yangtercela dari kehidupannya.

Pertentangan antara keinginan remajadengan ketentuan agama ini menyebabkan jiwa remaja memberontak danberusaha menepis kenyataan itu dengan menurutkan kata hatinya.Remajayang berhemah tinggi dan berakhlak mulia serta mempunyai lingkungankeluarga yang menjalankan perintah agama, maka perkara ini dengan mudahmereka hadapi. Namun bagi remaja yang telah terlanjur melaksanakansesuatu yang berlawanan dengan perintah agama hendaklah berusahamemperbaiki diri agar tidak sentiasa terlena dengan sesuatu pengaruhdan kenikmatan yang bersifat semantara itu.

Demikianlah di antarapengaruh atau gejolak jiwa yang terjadi dalam diri seorang remaja.Semuanya memerlukan perhatian remaja dalam memahami dirinya sendiri,serta perhatian ibu bapa agar ada saling pengertian dalam menghadapidan memahami seorang insan yang berstatus REMAJA. Semoga informasitentang remaja ini berguna dalam menjana para remaja dan pelajar dalammenghadapi abad yang penuh dengan cabaran dan godaan ini.


Pengaruh TV pada remaja

bk-stkip-pontianak Posted by bk-stkip-pontianak at 08:38 AM on June 10, 2009 Comments comments (0)

Meskipun lebih baik daripada anak-anak dalam proses penangkapanabstraksi yang ditayangkan televisi, tetap saja remaja berada dalamkondisi psikologis yang kritis dalam dirinya. Media televisi dengan berbagai kepentingan dan keuntungannya justru memanfaatkan situasi ini.

Proses identifikasi diri yang memenuhi seluruh gerak dan impulsiremaja justru dimanfaatkan atau dijinakkan oleh media televisi untukmenciptakan ketergantungan. Remaja Indonesia dipaksa untuk tidakmenjadi dirinya, melainkan menjadi menurut kehendak kepentingan.Berbagai agenda kepentingan yang disodorkan padanya adalah untukmenciptakan ketergantungan.

Hal ini akan menjadikan kaum remaja menjadi pribadi-pribadi yanglentur, tidak memiliki pengalaman empirik untuk melakukan empatisosialnya. Pengaruh yang terbesar akan menjadikan remaja menjadipribadi-pribadi yang pasif, tidak memiliki keberanian berekspresi,karena televisi telah memenuhi segala kebutuhan impulsi secara virtual.

Bayangkan saja, para remaja yang berjam-jam bisa menjadi ekspresifdan jagoan baik dalam lomba F1 atau kompetisi sepak bola dalampermainan virtual, tetapi sama sekali menjadi remaja yang jinak diarena dunia yang riil.

Kenyataan sosial di sekitarnya telah dikompres oleh mediatelevisi dengan mereduksi kekayaan kemungkinan dan nilai yangterkandungnya. Remaja dengan demikian akan ketergantungan,kehilangan daya imajinasi, dan fantasinya. Apa yang diangankannyabukanlah imajinasi dan fantasi dalam arti sebenarnya, namun lebih dalamupaya mendapatkannya secara mudah, sebagaimana dia dilatih dandibiasakan mendapatkannya secara virtual.

Berbagai tayangan sinetron dengan tema remaja berkecenderunganmengeksploitasi kehidupan remaja dalam satu sudut pandang semata.Kalaupun muncul plot cerita, terjadi simplifikasi, penyederhanaan kasus-kasus tipologis dan mengabaikan sisi psikologis dan sosiologisnya.Akibatnya remaja tidak memiliki kesempatan mempelajari hakikat hidupyang sebenarnya, selain hanya melihat yang serba artifisial. Berbagaikebetulan dan kemudahan dalam cerita memberikannya kenyataan virtualdalam kesehariannya. Dan ketika kenyataan hidup sebenarnya yang lebihkeras datang, remaja kita mudah putus asa, kecewa, dan patah arang.

Demikian pula dalam pola pembentukan tipe idealitas, media televisibisa menjadi pelaku atau sekedar agen perantara bagi munculnyakonsepsi-konsepsi tertentu. Contohnya, perempuan yang cantik adalahperempuan yang langsing, kulit putih, rambut hitam panjang lurusdiurai, dan sejenisnya.

Pengaruh yang kentara, remaja tak lebih hanya akan tetarik padapersoalan-persoalan DIRInya, dan kurang peka akan perilaku dankehidupan sosialnya. Maka tak aneh bila remaja zaman sekarang terlihatlebih egois, lebih acuh, dan tak peduli terhadap keadaan sosial disekitarnya. Demikian pula dalam pembentukan pola idealitas, semua tayang televisi merupakan PEMBENARAN, sehingga remaja tidak bebas memilih dan membentuk idealisme dirinya masing-masing, hidupnya terkekang, tidak bebas.

Pustaka : ”Matikan TV-Mu! – Teror media televisi di Indonesia”

 


Menjembatani kenakalan remaja

bk-stkip-pontianak Posted by bk-stkip-pontianak at 08:23 AM on June 10, 2009 Comments comments (0)

Oleh: Nur Istikomah

Dewasa ini, kenakalan remaja telah menjadi penyakit ganas ditengah-tengah masyarakat, mengingat remaja merupakan bibit pemegangtampuk pemerintahan negara di masa depan. Lebih parah, berbagai kasuskenakalan remaja tersinyalir telah meresahkan masyarakat, semisal kasuspencurian, kasus asusila seperti free sex, pemerkosaan, bahkanpembunuhan. Oleh berbagai praktisi media bahkan para pemerhati sosialhal ini telah banyak digubris dan dicari benang merahnya. Hanya saja,sejauh ini usaha tersebut belum terlihat goal dan terkesan hanyasebagai bahan berita di media massa dan diskursus oleh berbagaikalangan yang belum ada realisasi khusus.

Sejatinya, kenakalan semacam itu normal terjadi pada diri remajakarena pada masa itu mereka sedang berada dalam masa transisi: anakmenuju dewasa. Seperti pemikiran Emile Durkheim (dalam SoerjonoSoekanto, 1985: 73), perilaku menyimpang atau jahat kalau dalambatas-batas tertentu dianggap sebagai fakta sosial yang normal. Terkaitdengan kenakalan remaja, dalam bukunya yang berjudul “Rules ofSociological Method” disebutkan bahwa dalam batas-batas tertentukenakalan adalah normal karena tidak mungkin dihapusnya secara tuntas.Dengan demikian, perilaku dikatakan normal sejauh perilaku tersebuttidak menimbulkan keresahan dalam masyarakat, perilaku tersebut terjadidalam batas-batas tertentu dan dilihat pada suatu perbuatan yang tidakdisengaja. Namun, kontras dengan pemikiran tersebut, kenyataan yangakhir-akhir ini terjadi adalah kenakalan remaja yang disengaja, yaknidilakukan dengan kesadaran. Miris!

Pengaruh psikologis

Remaja, seperti dikatakan di atas, yang merupakan masa transisidari anak menuju dewasa, memiliki potensi besar untuk melakukan hal-halmenyimpang dari kondisi (baca: perilaku) normal. Seperti ada pergolakandalam diri mereka untuk melakukakan hal-hal yang berbeda dengan yanglain di sekelilingnya, hal-hal yang dianggap normal oleh kebanyakanorang. Sependapat dengan hal itu, Becker (dalam Soerjono Soekanto, 198:86), mengatakan bahwa mereka yang menyimpang mempunyai dorongan untukberbuat demikian. Hal itu disebabkan karena setiap manusia padadasarnya pasti mengalami dorongan untuk melanggar pada situasitertentu. Sebaliknya, orang yang dianggap normal dapat menahan diridari dorongan-dorongan untuk menyimpang. Tak pelak, dorongan semacamitupun didasari oleh berbagai hal, seperti motif untuk mencari sensasi,bahkan karena sifat dasar remaja yang pada usia itu sedang melaluitahap mengidentifikasi, semisal yang dilakukan dari tokoh idola atauyang dianggapnya wah.

Lingkungan, Pembentuk Karakter Remaja

Selain pengaruh psikologi, lingkungan pun memiliki pengaruh vitaldalam pembentukan karakter remaja yang selanjutnya akan diperankandalam proses sosialisasinya sebagai makhluk sosial, termasuk perannyauntuk berbuat kenakalan atau tidak. Seseorang dapat menjadi buruk ataujelek karena hidup dalam lingkungan yang buruk (Eitzen, 1986:10). Lebihjauh dikritisi, kondisi semacam itu memungkinkan seseorang (baca:remaja) melakukan penyimpangan karena lingkungan telah mengalamidisorganisasi sosial, sehingga nilai-nilai dan norma yang berlaku telahlapuk atau seakan tinggal nama/ sebagai simbol. Dengan kata lain,sanksi yang ada seolah sudah ‘tidak’ berlaku lagi.

Remaja semacam itu yang oleh Kartini Kartono (1988: 93) disebutsebagai anak cacat sosial atau cacat mental sebenarnya sudah mengalamidemoralisasi atau pemerosotan gradasi moral. Selain karena kondisisosial di atas, kondisi keluarga pun sangat menentukan, terutama prosespendidikan dari orang tua sebagai upaya pembentukan karakter (characterbuilding) anak.

Sebagai bukti, Masngudin HMS, dalam sebuah penelitiannya tentanghubungan antara sikap orang tua dalam pendidikan anaknya dengan tingkatkenakalan di Pondok Pinang, Jakarta, menyebutkan bahwa salah satu sebabkenakalan adalah sikap orang tua dalam mendidik anaknya. Dari 30koresponden, mereka yang orang tuanya otoriter sebanyak 5 responden(16,6%), overprotection 3 responden (10%), kurang memperhatikan 12responden (40%), dan tidak memperhatikan sama sekali 10 responden(33,4%). Dari data seluruh responden yang orang tuanya tidakmemperhatikan sama sekali melakukan kenakalan khusus dan yang kurangmemperhatikan 11 dari 12 responden melakukan kenakalan khusus.

Terkait dengan pembentukan karakter, penelitian itu pun cukupmenjadi bukti vitalitas pendidikan keluarga. Keluarga yang represif(selalu memberikan hukuman) dan otoriter akan cenderung membentuk sifatyang keras pada pribadi anak sehingga mereka lebih berpotensi untuk‘agresif’, atau sebaliknya bagi psikis mereka yang tidak kuat atasbentuk didikan orang tuanya akan menjadikan sifat ‘lembek’ atau lemah.Ini berbeda dengan bentuk prefentif atau pemberian nasehat dan pujian,bahkan pemberian kesempatan bagi remaja untuk mencurahkan gagasannya.Mereka akan terbentuk menjadi pribadi yang cenderung dapat menghargaiorang lain, dan berbagai perilaku yang lebih jauh dari bentukpenyimpangan.

Sebuah tulisan menarik, Samuel Smiles (1887) mencatat dalam bukunyaLife and Labor: tanamkan pemikiran, dan kamu akan memanen tindakan.Tanamkan tindakan, dan kamu akan memanen kebiasaan. Tanamkan kebiasaan,dan kamu akan meraih karakter. Tanamkan karakter dan kamu akan memanentujuan. Beranjak dari kata bijak itu, karakter merupakan modal awaldari hasil interaksi seseorang, termasuk remaja, untuk mencapaikehidupan yang penuh dengan ketenangan kelak. Sayangnya, pembentukantersebut belum sepenuhnya diterapkan di sejumlah banyak keluarga,terlihat dari proses pendidikan yang terkesan memanjakan anak, bahkanpendidikan yang termanjakan oleh kemajuan zaman (baca: globalisasi).

Ya, ternyata karakter remaja dan ujung-ujungnya berbagai kasuskenakalan pun tak jauh-jauh dari globalisasi, terutama di bidangteknologi, serta westernisasi (budaya kebarat-baratan). Belum lama,seperti yang sudah dikoar-koarkan berbagai media, kasus smack down yangsempat memiliki rating tinggi dalam tayangan televisi di Indonesiatelah mengambil posisi tersendiri di kalangan anak/ remaja. Merekadengan serta merta mempraktekan adegan semacam itu yang pada akhirnyamenjadikan suatu bentuk kriminalitas remaja.

Selain itu, berbagai adegan pornografi di televisi mulai dari kasusringan-berat pun telah menjadi bentuk pendidikan nilai-nilai yang tidaksepantasnya dilakukan terhadap remaja. Mereka yang sebenarnyamembutuhkan asupan gizi semisal berupa tontonan yang mendidik yangmencerminkan insan cendekia, intelek, atau akademis, telah diracunidengan berbagai adegan pacaran bahkan bentuk kegiatan seksual yanglebih jauh/ parah. Bidikan semacam itu rupanya sangat ampuk membangunkarakter tempe setiap anak/ remaja.

Sekretaris tetap dalam Kementrian Luar Negeri Singapura, KishoreMahbubani (dalam John Naisbitt dalam bukunya yang berjudul “MegatrendsAsia),” mengimbau Barat untuk tidak lagi “meng-kuliah-i” orang-orangAsia karena Barat tidak memiliki kualifikasi moral (moral standing)untuk memberitahu orang lain apa yang harus dilakukan. Ia menganggapbahwa masyarakat Barat telah kacau. Ini seyogyanya menjadi dasar agarmasyarakat tidak lagi mendewakan Barat sebagai patokan dalam pergaulan(terutama bagi remaja). Dan tak bisa dipungkiri lagi bahwa sebenarnyabudaya di atas adalah budaya yang banyak dipengaaruhi oleh Barat yangdalam hal tertentu sebenarnya sangat kurang memuat nilai-nilaiketimuran. Yaitu yang kurang memuat nilai etika dan unggah-ungguh(kesopanan-Jawa).

Menanggapi polemik tersebut, seyogyanya harus ada penanganan seriusdan berkesinambungan oleh berbagai elemen masyarakat. Pertama, orangtuaharus selalu mengembangkan karakter (character building) anak, yaknimembangun jiwa anak dengan tabiat/ sifat-sifat yang penuh dengannilai-nilai kebaikan. Pentingnya peran keluarga dalam mendidiknilai-nilai anak sejak dini menjadikan orangtua harus dapat menjadisang maestrobuah jatuh tak jauh dari pohonnya. Singkatnya, orangtua punharus memiliki sifat yang baik pula. yang dapat dijadikan teladan olehanak. Ingat sepenggal peribahasa,

Kedua, sekolah yang kini ibaratnya menjadi rumah kedua bagi anakharus mampu menciptakan kultur sekolah yang relevan dengan perkembanganpsikis remaja: kultur yang penuh dengan pembentukan karakter positif.Misalnya, pendidikan nir-kekerasan, serta berbagai keculasan semisalmenghindarkan murid pada budaya mencontek yang juga merupakan salahsaatu bentuk kenakalan remaja bertaraf ringan. Penghargaan terhadapprestasi siswa pun sangat diperlukan untuk menumbuhkan etos juang,semisal ucapan terima kasih atau pemberian pujian, serta bentukpembelajaran tanggung jawab semisal minta maaf baik oleh siswa maupunguru apabila melakukan suatu kesalahan. Dan ini oleh Jepang pun telahlama ditumbuhkan pada pribadi siswa.

Selain itu, pendidikan etika/ moral pun harus tetap diupayakansecara teoritis. Pendidikan pancasila/ kewarganegaraan dan agama yangmemuat nilai-nilai moral saat ini terkesan mulai ditinggalkan karenasejumlah banyak siswa lebih tertarik untuk mempelajari danmengembangkan ilmu-ilmu eksak ataupun sosial. Inilah tugas guru yangbersangkutan atau pihak kurikulum untuk menjadikan mata pelajarantersebut menarik lagi di mata siswa dan dapat dijadikan ramuan jiwayang mujarab dalam pembentukan karakternya.

Terakhir, bersama semua pihak, termasuk pemerintah dalam halpenanganan kenakalan remaja dan berbagai kebijakannya, semoga kenakalanremaja tidak semakin menjadi, cukup menjadi kenakalan yang normal padadiri remaja dalam ‘menikmati’ masa remajanya karena seorang filsuf,Kahlil Gibran pun mengatakan bahwa anak-anak memiliki generasi dandunianya sendiri. Semoga remaja Indonesia tumbuh menjadi remaja yangkelak mampu mempersembahkan kejayaan dengan karakter yang baik sehingganama Indonesia pun tersiar kepenjuru dunia bak kasturi. Tabik![]

* * *

Jika anak dibesarkan dengan celaan, maka ia akan belajar memaki.

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, maka ia akan belajar membenci.

Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, maka ia akan belajar rendah diri.

Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, maka ia akan belajar menyesali diri.

Sebaliknya…

Jika anak dibesarkan dengan toleransi, maka ia akan belajar menahan diri.

Jika anak dibesarkan dengan dorongan, maka ia akan belajar percaya diri.

Jika anak dibesarkan dengan pujian, maka ia akan belajar menghargai.

Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baik perlakuan, maka ia akan belajar keadilan.

Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, maka ia akan menaruh kepercayaan.

Jika anak dibesarkan dengan dukungan, maka ia akan menyenangi diri.

Dan jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, maka ia akan menemukan cinta dalam kehidupan.

(Dorothy Law Nolte)

 


Faktor yang mempengaruhi penyalahgunaan narkotika, psykotropika, minuman keras, dsb.

bk-stkip-pontianak Posted by bk-stkip-pontianak at 08:18 AM on June 10, 2009 Comments comments (0)

Penyalahgunaan narkotika, psykotropika dan minuman keras pada umumnyadisebabkan karena zat-zat tersebut menjanjikan sesuatu yang dapatmemberikan rasa kenikmatan, kenyamanan, kesenangan dan ketenangan,walaupun hal itu sebenarnya hanya dirasakan secara semu.

 

Penyalahgunaan zat-zat ini disebabkan beberapa faktor, antara lain :

 

1.

 

Lingkungan sosial

1. Motif ingin tahu

Di masa remaja, seseorang lazim mempunyai sifat selalu ingin tahusegala sesuatu dan ingin mencoba sesuatu yang belum atau kurangdiketahui dampak negatifnya. Bentuk rasa ingin tahu dan ingin mencobaitu misalnya dengan mengenal narkotika, psykotropika maupun minumankeras atau bahan berbahaya lainnya

 

2. Kesempatan

Kesibukan kedua orang tua maupun keluarga dengan kegiatannyamasing-masing, atau dampak perpecahan rumahtangga akibat broken home,serta kurangnya kasih sayang merupakan celah kesempatan para remajamencari pelarian dengan cara menyalahgunakan narkotika, psykotropikamaupun minuman keras atau bahan/obat berbahaya.

3.Sarana dan prasana

Ungkapan rasa kasih sayang orangtua terhadap putra-putrinya sepertimemberikan fasilitas dan uang yang berlebihan, bisa jadi pemicupenyalah-gunakan uang saku untuk membeli Narkotika untuk memuaskansegala keingintahuan dirinya . Biasanya, para remaja mengawalinyadengan merasakan minuman keras, Baru kemudian mencoba-coba narkotikadan obat terlarang psykotrropika.

2.Kepribadian

1. Rendah diri

Perasaan rendah diri di dalam pergaulan bermasyarakat, seperti dilingkungan sekolah, tempat kerja, dan sebagainya sehingga tdk dapatmengatasi perasaan itu, remaja berusaha untuk menutupi kekurangannyaagar dapat menunjukan eksistensi dirinya, melakukannya dengan caramenyalahgunakan narkotika, psykotropika maupun minuman keras sehinggadapat merasakan memperoleh apa-apa yang diangan-angankan antara lainlebih aktif, lebih berani dsb.

2. Emosioanal

Kelabilanemosi remaja pada masa pubertas dapat mendorong remaja melakukankesalhan fatal. Pada masa -masa ini biasanya mereka ingin lepas dariikatan aturan-aturan yang di berlakukan oleh orang tuanya. Padahaldisisi lain masih ada ketergantungan sehingga hal itu berakibattimbulnya konflik pribadi.

 

Dalam upaya terlepas darikonfllik-pribadi itu, mereka mencari pelarian dengan menyalahgunakannarkotika, psykotropika maupun minuman keras atau obat berbahaya dengantujuan berusaha untuk mengurangi keterangan atau agar lebih beranimenentang kehendak dan aturan yang diberikan oleh orang tuanya.

3. Mental

Lemahnya mental seorang akan mudah untuk dipengaruhi perbuatan dantindakan atau hal-hal yang negatif oleh lingkungan sekitarnya. Sehinggakesemua pengaruh negatif ini pada gilirannya menjurus kepada aktifitaspenyalahgunaan narkotika, psykotropika maupun minuman keras atau obatberbahaya tidak dapat mengimbangi perilaku dalam lingkunganya dandirinya merasa diasingkan .

 

AKIBAT PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA

 

Akibat yang ditimbulkan bagi para penyalahguna nakotika yang sudah acuet atau kecanduan, antara lain :

 

1. Merusak susunan syaraf pusat atau merusak orang organ tubuh lainnya,seperti hati dan ginjal serta menimbulkan penyakit lain dalam tubuh,seperti bintik- bintik merah pada kulit seperti kudis. Hal iniberakibat melemahnya fisik , daya fikir dan merosotnya moral yangcenderung melakukan perbuatan penyimpangan sosial dalam masyarakat.

 

2. Dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan penggunaan narkotika akibatketergantungannya , Mereka dapat menghalalkan segala cara demimemperoleh narkotika. Awalnya mengambil dan menjual barang-barang milikpribadi, kemudian terus meningkat dengan mengambil barang-barang milikkeluarganya dan kemudian pada gilirannya melakukan tindak pidana baikberupa pencuriaaan, perampokan , dan lain-lainnya sekedar untuk membelinarkotika.

 

AKIBAT PENYALAHGUNAAN PSYKOTROPIKA

 

Psykotropikaterbagi dalam empat golongan yaitu psykotropika golongan I,psykotropika golongan II, psykotropika golongan III, psykotropikagolongan IV.

 

Sebagai contoh psykotropika yang sedang populer danbanyak disalahgunakan pada akhir-akhir ini adalah psykotropika golongonI, diantaranya yang dikenal dng nama Ecstasy dan psykotropika golongaII yang dikenal dengan nama sabu-sabu.

 

Ecstasy merupakan pilyang mempunyai reaksi relatif cepat yaiitu sekitar 40 menit setelahditelan / dimakan efeknya akan terasa, yaitu pemakaianya terasa hangat,energik dan bahagia fisik maupun mental.

 

Ketahanan reaksiecstasy tergantung dari toleransi pemakaianya. Perasaan-perasaanenergik dan bahagia tersebut akan berakhir sekitar dua sampai empatjam. Sedangkan akibatnya buruknya setelah efek tersebut berakhir akanberubah seperti keracunan, tubuh mengalami kelelahan dan mulut terasacapai / kaku.

 

EFEK YANG DITIMBULKAN DENGAN MENGKONSUMSI PSIKITROPIKA

 

1.Efek farmakologi

Efek farmakologi dari ecstasi tidak hanya bersifat stimulant tetapijuga mempunyai sifat halusinogenik yaitu menimbulkan khayalan-khayalanyang nikmat dan menyenangkan. Secara rinci adalah:

1. Meningkatkan daya tahan tubuh

2. Meningkatkan kewaspadaan

3. Menimbulkan rasa nikmat dan bahagia semu

4. Menimbulkan khayalan yang menyenangkan

5. Menurunkan emosi

 

2. Efek Samping

Efek Samping yang berlebihan antara lain:

1. Muntah dan mual

2. Gelisah

3. Sakit kepala

4. Nafsu makan berkurang

5. Denyut jantung berkurang

6. Timbul khayalan yang menakutkan

7. Kejang-kejang

 

3. Efek terhadap organ tubuh

Efek atas penggunaan ecstasi terhadap organ tubuh manusia yaitu dapatmenimbilkan ganguan pada otak jantung, ginjal, hati, kuluit dankemaluan.

4. Efek-efek lainnya Setelah pengaruh ecstasi habisbeberapa jam atau beberapa hari tergantung dengan dosis pemakaiannya,maka penguna akan mengalami.

1. Tidur berlama-lama dalam gelap

2. Depresi

3. Apatis

4. Kematian karena adanya payah jantung serta krisis hipertensi atau pendarahan pada otak

 

AKIBAT PENYALAHGUNAAN BAHAN BERBAHAYA (MINUMAN KERAS)

 

1. Farmakologi

Alkohol dalam air larut sebagai molekul2 kecil sehingga dengan cepatdan mudah diserap melalui pencernaan kemudian disebarkan keseluruhjaringan dan cairan tubuh. Pada jaringan otak kadar alkohol lebihbanyak daripada yang mengalir ke darah maupun urine sehingga dalamwakytu 30 menit pertama penyerapan mencapai 58% dan kemudian 88% dalam60 menit pertama, selanjutnya 93% dalam 90 menit pertama.

2. Gangguan kesehatan fisik

Meminum minuman beralkohol dalam jumlah banyak menimbulkan kerusakanhati, jantung, pangkreas, lambung dan otot. Pada pemakain kronisminuman keras dapat terjadi pengerasan hati peradangan pangkreas danperadangan lambung.

3. Gangguan kesehatan jiwa

Dalam jumlahyang berlebihan, alkohol dapat merusak secara permanen jaringan otaksehingga menimbulkan gangguan daya ingatan, kemampuan penilaian,kemampuan belajar dan gangguan jiwa tertentu.

4. Gangguan terhadap kantibmas

Akibat minuman keras perasaan seseorang menjadi mudah tersinggung danperhatian terhadap lingkungan terganggu dan juga menekan pusatpengendalian diri sehingga yang bersangkutan menjadi berani danagresif. Pengendalian diri yang tidak terkontrol tersebut menimbulkantindakan-tindakan yang melanggar norma-norma dan sikap moral bahkantidak sedikit yang melakukan tindak pidana atau kriminal.

 

 

 

NARKOBA DAN OVER DOSIS

 

Overdosis(OD) atau kelebihan dosis terjadi apabila tubuh mengabsorbsi obat lebihdari ambang batas kemampuannya (lethal doses). Biasanya, hal initerjadi akibat adanya proses toleransi tubuh terhadap obat yang terjaditerus menerus, baik yang digunakan oleh para pemula maupun para pemakaiyang kronis. OD sering terjadi pada penggunaan NARKOBA golongannarkotik bersamaan dengan alkohol dan obat tidur/anti depresan,misalnya golongan barbiturat luminal, valium, xanax, mogadon/BK, danlain-lain).

 

1. GEJALA KLINIS YANG TIMBUL AKIBAT OVER DOSIS

 

Ada beberapa gejala klinis yang dapat dilihat pada para pecandu yang mengalami gejala over dosis, yakni:

 

1. Penurunan kesadaran

2. Frekuensi pernafasan kurang dari 12 kali per menit

3. Pupil miosis

4. Riwayat pemakaian morfin atau heroin mempunyai ciri yang khas yakni tanda bekas jarum suntik

 

2. PENANGANAN OVER DOSIS

 

Umumnya, mekanisme penanganan overdosis pada para pecandu NARKOBA yangdilakukan di rumah-rumah sakit atau klinik-klinik ketergantungan obatmempunyai dasar terapi yang sama. Upaya yang dilakukan ialah melakukanmonitoring tanda-tanda vital dari tubuh manusia, yang meliputi:

1. Penanganan Kegawatan

 

1. Bebaskan jalan nafas

2. Berikan oksigen 100% sesuai kebutuhan

3. Pasang Infus Dextrose 5% emergensi NaCl 0,9% , atau cairan koloid bila diperlukan

4. Bila diperlukan, pasang endotracheal tube

 

2. Pemberian Antidotum Nalokson.

 

1. Tanpa hipoventilasi: Dosis awal diberikan 0,4 mg intra vena.

2. Dengan hipoventilasi : Dosis awal diberikan 1-2 mg intra vena.

3. Bila tidak ada respon dalam 5 menit, berikan Nalokson 1-2 mg intravena sehingga timbul respon perbaikan kesadaran dan hilangnya depresipernapasan, dilatasi pupil, atau telah mencapai dosis maksimal 10 mg.

4. Bila tidak ada respon, lapor konsulen ke Tim Narkoba.

5. Efek Nalokson akan berkurang 20 - 40 menit setelah pemberian danpasien dapat jatuh dalam keadaan overdosis kembali, sehingga perlupemantauan ketat terhadap tanda-tanda penurunan kesadaran, pernapasan,perubahan pada pupil, dan tanda vital yang lain selama 24 jam.

6.Untuk pencegahannya dapat diberikan drip Nalokson satu ampul dalam 500cc Dexstrose 5% atau NaCl 0,9% yang diberikan dalam waktu 4 - 6 Jam.

7. Simpan sampel urin (untuk drug screen test dan urine rutin).

8. Lakukan foto torak untuk mengetahui ada atau tidaknya gangguan/sekunder infeksi pada paru-paru.

9. Pertimbangkan pemasangan ETT (endotracheal tube) bila dalampenanganan dengan pemberian Nalokson selama lebih dari 3 jam masihterdapat depresi pernafasan, gangguan oksigenasi, dan hipoventilasimenetap setelah pemberian Nalokson yang ke-2

10. Pasien dipuasakanselama 6 jam untuk menghindari aspirasi akibat spasme pirolik(dianjurkan setiap IGD mempunyai persediaan 5 ampul Nalokson untuktindakan

 

Sumber": Narkoba- Metro


Elemen-elemen motivasi

bk-stkip-pontianak Posted by bk-stkip-pontianak at 08:12 AM on June 10, 2009 Comments comments (0)

Apa saja elemen-elemen Motivasi?

Pada dasarnya motivasi memiliki dua elemen, yaitu elemen dalam (inner component) dan elemen luar ( outer component ). Yang lebih lanjut diuraikan sebagai berikut: a. Elemen Dalam ( inner component). Elemen ini berupa perubahan yang terjadi di dalam diri seseorang,berupa keadaan yang tidak puas, atau ketegangan psikologis. Rasa tidakpuas atau ketegangan psikologis ini bisa timbul oleh karena keinginan-keinginan untuk memperolah penghargaan, pengakuan serta berbagai macam kebutuhan lainya. b. Elemen Luar ( outer component ). Elemen luar dari pada motivasiadalah tujuan yang ingin di capai oleh seseorang, tujuan itu sendiriberada di luar  diri seseorang itu, namun menggarahkan tingkahlakuorang itu untuk mencapainya.

Menurut Mc. Donald ( dalam Sardiman, 1988 ) motivasiadalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai denganmunculnya Feeling dan didahului dengan tanggapan terhadap adanyatujuan. Dari pengertian yang dikemukakan Mc. Donald ini mengandung tigaelemen penting, anatara lain: a. Bahwa motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap indivdu manusia. Perkembangan motivasi akan membawa beberapa perubahan energi di dalam sistem “ neuropsikological ” yang ada pada organisme manusia. Akrena menyangkut perubahan energi manusia ( walupun motivasi itu muncul dari dalam diri manusia ), penampakanya akan menyangkut kegiatan fisik manusia. b. Motivasi ditandai dngan munculnya, rasa atau feeling, afeksi seseorang. Dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan-persoalan kejiawaan, afeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku manusia. Motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan, jadi motivasi dalam hal ini sebenarnya merupakan respon dari suatu aksi, yakni tujuan. Motivasimemang muncul dari dalam diri manusia, tetapi kemunculanya karenaterangsang atau terdorong oleh adanya unsur lain, dalam hal ini adalahtujuan, tujuan ini akan menyangkut soal kebutuhan.

 

Bagaiman melihat individu yang memiliki kebutuhan berprestasi

Menurut Mc Clelland, kebutuhan berprestasi atau motivasi berprestasi tersebut munculnya sangat dipengarui oleh situasi yang sangat spesifik. Apabila individu yang didorong oleh kebutuhan atau motivasi berprestasi yang tinggi, maka akan nampak sebagai berikut: a) Berusaha melakukan sesuatu dengan cara- cara baru dan kreatif. b) Mencari feed back( umpan balik ) tentang perbuatanya c) Memilih resiko yang moderat(sedang) di dalam perbuatanya. Dengan memilih resiko yang sedangberarti masih ada peluang untuk berprestasi yang lebih tinggi d) Mengambil tanggung jawab pribadi atas perbuatan-perbuatannya.

 


Membangun motivasi dalam diri sendiri

bk-stkip-pontianak Posted by bk-stkip-pontianak at 08:08 AM on June 10, 2009 Comments comments (0)

Cita-cita atau tujuan hidup ini hanya bisa diraih jika Anda memiliki motivasiyang kuat dalam diri Anda. Tanpa motivasi apa pun, sulit sekali Andamenggapai apa yang Anda cita-citakan. Tapi tak dapat dipungkiri, memangcukup sulit membangun motivasidi dalam diri sendiri. Bahkan, mungkin Anda tidak tahu pasti bagaimanacara membangun motivasi di dalam diri sendiri. Padahal, sesungguhnyabanyak hal yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan motivasi tersebut. Caranya…? coba simak kiat berikut ini:

Ciptakan Sensasi

Ciptakan sesuatu yang dapat “membangunkan” dan membangkitkan gairahAnda saat pagi menjelang. Misalnya, Anda berpikir esok hari harusmendapatkan keuntungan 1 milyar rupiah. Walau kedengarannya mustahil,tapi sensasi ini kadang memang semangat Anda untuk berkarya lebih baiklagi melebihi apa yang sudah Anda lakukan kemarin.

 

Kembangkan Terus Tujuan Anda

Jangan pernah terpaku pada satu tujuan yang sederhana. Tujuan hidupyang terlalu sederhana membuat Anda tidak memiliki kekuatan lebih.Padahal, guna meraih sesuatu Anda memerlukan tantangan yang lebih besaruntuk mengerahkan kekuatan Anda yang sebenarnya. Tujuan hidup yangbesar akan membangkitkan motivasi dan kekuatan tersendiri dalam hidupAnda.

Tetapkan Saat Kematian

Anda perlu memikirkan saat kematian meskipun gejala ke arah itu tidakdapat diprediksikan. Membayangkan saat-saat terakhir dalam hidup inisesungguhnya merupakan saat-saat yang sangat sensasional. Anda dapatmembayangkan ‘flash back’ dalam kehidupan Anda. Sejak Anda menjalanimasa kanak-kanak, remaja, hingga tampil sebagai pribadi yang dewasa danmandiri. Jika Anda membayangkan ‘ajal’ Anda sudah dekat, maka akanmemotivasi Anda untuk berbuat lebih banyak lagi selama hidup Anda.

Tinggalkan Teman yang Tidak Perlu

Jangan ragu untuk meninggalkan teman-teman yang tidak dapat mendorongAnda mencapai tujuan. Sebab, siapa pun teman Anda, seharusnya mampumembawa Anda pada perubahan yang lebih baik. Ketahuilah, bergaul denganorang-orang yang optimis akan membuat Anda berpikir optimis pula.Bersama mereka, hidup ini terasa lebih menyenangkan dan penuh motivasi.

Hampiri Bayangan Ketakutan

Saat Anda dibayang-bayangi kecemasan dan ketakutan, jangan melarikandiri dari bayangan tersebut. Misalnya, selama ini Anda takut akanmenghadapi masa depan yang buruk. Datang dan nikmati rasa takut Andadengan mencoba mengatasinya. Saat Anda berhasil mengatasi rasa takut,saat itu Anda telah berhasil meningkatkan keyakinan diri bahwa Andamampu mencapai hidup yang lebih baik.

Ucapkan “Selamat Datang” pada Setiap Masalah

Jalan untuk mencapai tujuan tidak selamanya semulus jalan tol. Suatusaat, Anda akan menghadapi jalan terjal, menanjak, dan penuh bebatuan.Jangan memutar arah untuk mengambil jalan pintas. Hadapi terus jalantersebut dan pikirkan cara terbaik untuk bisa melewatinya. Jika Andamemandang masalah sebagai sesuatu yang mengerikan, Anda akan semakinsulit termotivasi. Sebaliknya, bila Anda selalu siap menghadapi setiapmasalah, maka Anda seakan memiliki energi dan semangat berlebih untukmencapai tujuan Anda.

Mulailah dengan Rasa Senang

Jangan pernah merasa terbebani dengan tujuan hidup Anda. Coba nikmatihidup dan jalan yang Anda tempuh. Jika sejak awal Anda sudah merasa‘tidak suka’, maka rasanya, motivasi hidup tidak akan pernah Andamiliki.

Berlatih dengan Keras

Tidak bisa tidak, Anda harus berlatih terus bila ingin mendapatkanhasil terbaik. Pada dasarnya, tidak ada yang tidak dapat Anda raih jikaAnda terus berusaha keras. Semakin giat berlatih, semakin mudah pulamengatasi setiap

kesulitan.

 


Konsep diri

bk-stkip-pontianak Posted by bk-stkip-pontianak at 08:06 AM on June 10, 2009 Comments comments (0)

Ismail (2001), menjelaskan bahwa konsep diri merupakan faktor yangsangat menentukan dalam hubungan interpersonal, karena setiap orangakan bertingkah laku sesuai dengan konsep dirinya. Artinya bahwa bilakonsep diri seseorang positif, maka individu akan cenderungmengembangkan sikap-sikap postitif mengenai dirinya sendiri, sepertirasa percaya diri yang baik serta kemampuan untuk melihat dan menilaidiri sendiri secara positif. Inividu dengan konsep diri positifcenderung akan dapat menimbulkan tingkah laku penyesuaian yang baikdengan lingkungan sosial.

Sebaliknya bila seseorang memiliki konsep diri yang negatif, makaindividu tersebut cenderung akan mengembangkan perasaan tidak mampu danrendah diri, merasa ragu, dan kurang percaya diri. Individu dengankonsep diri yang negatif akan mengalami kesulitan dalam penyesuaiandiri dengan lingkungan sosial.

Brooks dan Emmert (dalam Rahmat, 1996), mengungkapkan bahwa terdapatperbedaan karakteristik seseorang dengan konsep diri positif danseseorang dengan konsep diri negatif. Perbedaan tersebut dapatditunjukkan melalui beberapa indikator dari:

a.    Orang dengan konsep diri positif, dapat dilihat jika mereka : (1)Yakin akan kemampuan dalam mengatasi masalah; (2) Merasa setara atausederajat dengan orang lain; (3) Menerima pujian tanpa rasa malu; (4)Menyadari bahwa setiap orang memilki berbagai perasaan, keinginan, danperilaku yang tidak seluruhnya dapat diterima oleh masyarakat; (5)Memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri sendiri; (6) Memilikikesanggupan dalam mengungkapkan aspek yang tidak disenangi dan berusahauntuk merubahnya.

b.    Orang dengan konsep diri negatif, dapat dilihat jika mereka : (1)Peka terhadap kritik, namun dipersepsi sebagai upaya orang lain untukmenjatuhkan harga dirinya; (2) Cenderung menghindari dialog yangterbuka; (3) Selalu mempertahankan pendapat dengan berbagai logika yangkeliru;   (4) Sangat respek terhadap berbagai pujian yang ditujukanpada dirinya dan segala atribut atau embel-embel yang menunjang hargadirinya menjadi pusat perhatiannya; (5) Memiliki kecenderungan bersikaphiperkritis terhadap orang lain; (6) Jarang bahkan tidak pernahmengungkapkan penghargaan atau pengakuan terhadap kelebihan orang lain;(7) Memiliki perasaan mudah marah, cenderung mengeluh dan meremehkanorang lain; (8) Merasa tidak disenangi dan tidak diperhatikan olehorang banyak, karena itulah cenderung bereaksi untuk menciptakanpermusuhan; (9) Tidak mau menyalahkan diri sendiri namun selalumemandang dirinya sebagai korban dari sistem sosial yang tidak benar;(10) Pesimis terhadap segala yang bersifat kompetitif, enggan bersaingdan berprestasi, serta tidak berdaya melawan persaingan yang merugikandirinya.

Berdasarkan pandangan di atas, dapat disimpulkan bahwa individu dengankonsep diri positif, cenderung mengembangkan sikap-sikap postitifmengenai dirinya sendiri, dan sebaliknya inividu dengan konsep dirinegatif, maka individu tersebut cenderung akan mengembangkannilai-nilai atau pandangan yang negatif tentang segala kondisi atausistem sosial yang ada.

Konsep diri yang dimiliki oleh seseorang, baik poistif maupun negatifakan mempengaruhi cara penilaian individu tersebut mengenai dirinya danlingkungan karena itu akan sangat mempengaruhi perilakunya. Individuakan cenderung bertingkah laku sesuai dengan konsep diri yangdimilikinya.


Tugas perkembangan remaja

bk-stkip-pontianak Posted by bk-stkip-pontianak at 07:56 AM on June 10, 2009 Comments comments (0)

Menurut Mappiare (1982) mengemukakan tugas-tugas perkembangan remaja:

1. Menerima keadaan fisiknya

2. Menjalin hubungan baru dengan teman-teman sebaya baik sesama atau lawan jenis

3. Memperoleh kebebasan secara emosional dari orang tuanya dan orang dewasa lainnya

4. Memperoleh kepastian dalam hal kebebasan pengaturan ekonomis

5. Memilih dan mempersiapkan diri ke arah suatu pekerjaan

6. Mengembangkan ketrampilan-ketrampilan dan konsep-konsep intelektualyang diperlukan dalam hidup sebagai warga negara yang terpuji

7. Menginginkan dan dapat berperilaku yang diperbolehkan oleh masyarakat

8. Mempersiapkan diri untuk pernikahan dan hidup berkeluarga

9. Menyusun nilai-nilai kata hati yang sesuai dengan gambaran dunia, yang diperoleh dari ilmu pengetahuan yang memadai


Pengertian narsistik

bk-stkip-pontianak Posted by bk-stkip-pontianak at 07:54 AM on June 10, 2009 Comments comments (0)

Pakar psikoanalisis, Sigmund Freud, dalam artikel On Narcissism, AnIntroduction (Kompas, 08/01/2006) mencoba membedakan cara laki-laki danperempuan jatuh cinta. Dalam artikel tersebut disebutkan bahwalaki-laki dalam masa perkembangan, oedipal meletakkan dasar cintakasihnya pada keeratan ikatan emosional dengan kasih ibu pada masa kanak-kanakyang terbentuk manakala ibu memuaskan kebutuhan narsistiknya melaluiperawatan ibu. Dengan demikian, laki-laki akan memilih objek cintakasihnya berdasar pada cara ibu yang tanpa pamrih melayani, merawat,dan memenuhi kebutuhannya. Biasanya, masa kecil pribadi narsistikditandai oleh pemanjaan berlebihan dari ibu, terlampau disanjung dandibanggakan berlebihan. Seorang narsistik akan menunjukkan perilakuself-centered, kecuali itu kebutuhannya adalah yang terpenting.

Sedangkan Fromm berpendapat, narsisme merupakan kondisi pengalamanseseorang yang dia rasakan sebagai sesuatu yang benar-benar nyatahanyalah tubuhnya, kebutuhannya, perasaannya, pikirannya, serta bendaatau orang-orang yang masih ada hubungan dengannya. Sebaliknya, orangatau kelompok lain yang tidak menjadi bagiannya senatiasa dianggaptidak nyata, inferior, tidak memiliki arti, dan karenaya tidak perludihiraukan. Bahkan, ketika yang lain itu dianggap sebagai ancaman, apapun bisa dilakukan, melalui agresi sekalipun (Pikiran Rakyat,14/04/2003).

Menurut Spencer A Rathus dan Jeffrey S Nevid dalam bukunya, AbnormalPsychology (2000), orang yang narcissistic atau narsistik memandangdirinya dengan cara yang berlebihan. Mereka senang sekali menyombongkandirinya dan berharap orang lain memberikan pujian.

Lihat Artikel Psikologi lainnya dengan judul Hasrat Seksual menurut Freud

Berbagi

 


Faktor penyebab narsistik

bk-stkip-pontianak Posted by bk-stkip-pontianak at 07:48 AM on June 10, 2009 Comments comments (0)

Terdapat pelbagai faktor penyebab seseorangcenderung menjadi narsis. Faktor-faktor tersebut antara lain adalahfaktor keturunan dan faktor persekitaran. Narsis biasanya timbul akibatdaripada pujian dan penghormatan yang diterima berulang kali daripadaindividu lain. Sebagai contoh, seseorang akan berasa dirinya cantikkarena acapkali menerima pujian bahawa dirinya cantik meskipun padaawalnya dia tidak merasa dirinya sedemikian. Narsis tidak hanyatermanifestasi pada perilaku yang gemar memuji dirinya sendiri, kerapmenghadap cermin atau kerap bergaya persis model, tetapi juga terdapatimplikasi lain daripada sikap narsis itu sendiri.

Mitchell JJ dalam bukunya, The Natural Limitations of Youth, bilang adalima penyebab kemunculan narsis pada remaja, yaitu adanya kecenderunganmengharapkan perlakuan khusus, kurang bisa berempati sama orang lain,sulit memberikan kasih sayang, belum punya kontrol moral yang kuat, dankurang rasional. Kedua aspek terakhir inilah yang paling kuat memicunarsisme yang berefek gawat.

Sedangkan tanda-tanda narsis dari Diagnostics and Statistics Manual,Fourth Edition-Text Revision (2000) yang harus kita waspadai untuk tahuapakah kita mengidap narsis atau tidak. Orang narsis merasa dirinyasangat penting dan ingin sekali dikenal oleh orang lain karenakelebihannya. Pengidap narsis juga yakin kalau dirinya unik danistimewa.

Pokoknya tidak ada yang bisa menyamai dirinya. Sisi sering dianggapteman- temannya suka memuji-muji diri sendiri. Gejala lain, merekaselalu ingin dipuji dan diperhatikan. Mereka kurang sensitif terhadapkebutuhan orang lain karena yang ada dalam pikirannya cuma dirisendiri. Ditambah lagi, adanya rasa percaya orang lain itu berpikiransama dengan dirinya. Orang narsis juga sensitif sekali kalau dikritik.Kritikan kecil bisa berarti sangat besar buat mereka.

Lihat Artikel Psikologi lainnya dengan judul Pengertian Narsis


http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2008/12/13/faktor-penyebab-narsistik/

www.bk-stkip-pontianak.webs.com


Penyesuaian diri pada remaja

bk-stkip-pontianak Posted by bk-stkip-pontianak at 07:43 AM on June 10, 2009 Comments comments (0)

Sebagai makhluk sosial yang membutuhkankehadiran orang lain, dibutuhkan adanya keselarasan diantara manusiaitu sendiri. Agar hubungan interaksi berjalan baik diharapkan manusiamampu untuk beradaptasi atau menyesuaikan diri terhadap lingkunganfisik maupun lingkungan sosialnya, sehingga dapat menjadi bagian darilingkungan tanpa menimbulkan masalah pada dirinya. Dengan kata lainberhasil atau tidaknya manusia dalam menyelaraskan diri denganlingkungannya sangat tergantung dari kemampuan penyesuaian dirinya.

Penyesuaian dapat didefinisikan sebagai interaksi yang kontinyuantara diri individu sendiri, dengan orang lain dan dengan dunia luar.Ketiga faktor ini secara konstan mempengaruhi individu dan hubungantersebut bersifat timbal balik (Calhoun dan Acocella,1976). Dari dirisendiri yaitu jumlah keseluruhan dari apa yang telah ada pada diriindividu, tubuh, perilaku dan pemikiran serta perasaan. Orang lainyaitu orang-orang disekitar individu yang mempunyai pengaruh besardalam kehidupan individu. Dunia luar yaitu penglihatan dan penciumanserta suara yang mengelilingi individu.

Proses penyesuaian diri pada manusia tidaklah mudah. Hal ini karenadidalam kehidupannya manusia terus dihadapkan pada pola-pola kehidupanbaru dan harapan-harapan sosial baru. Periode penyesuaian diri inimerupakan suatu periode khusus dan sulit dari rentang hidup manusia.Manusia diharapkan mampu memainkan peran-peran sosial baru,mengembangkan sikap-sikap sosial baru dan nilai-nilai baru sesuaidengan tugas-tugas baru yang dihadapi (Hurlock,1980).

Disebutkan juga oleh Hurlock (1980) bahwa seperti halnya prosespenyesuaian diri yang sulit yang dihadapi manusia secara umum, pararemaja juga mengalami proses penyesuaian diri dimana proses penyesuaiandiri pada remajaini merupakan suatu peralihan dari satu tahap perkembangan ketahapberikutnya. Dalam periode peralihan ini terdapat keraguan akan peranyang akan dilakukan, namun pada periode ini juga memberikan waktukepada remaja untuk mencoba gaya baru yang berbeda, menentukan polaperilaku, nilai dan sifat yang paling sesuai dengan dirinya. Dengankata lain hal ini merupakan proses pencarian identitas diri yang dilakukan oleh para remaja.

Untuk menjadikan remaja mampu berperan serta dan melaksanakan tugasnya, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat tidaklah mudah, karena masa remajamerupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Padamasa ini dalam diri remaja terjadi pertumbuhan dan perkembangan yangpesat pada fisik, psikis, maupun sosial. Salah satu tugas perkembanganmasa remaja yang tersulit adalah yang berhubungan dengan penyesuaiansosial. Remaja harus menyesuaikan diri dengan lawan jenis dalamberhubungan yang belum pernah ada dan harus menyesuaikan dengan orangdewasa diluar lingkungan keluarga. Untuk mencapai tujuan dari polasosialisasi dewasa, remaja harus banyak penyesuaian baru.

Agar penyesuaian yang dilakukan terhadap lingkungan sosial berhasil(well adjusted), maka remaja harus menyelaraskan antara tuntutan yangberasal dari dalam dirinya dengan tuntutan-tuntutan yang diharapkanoleh lingkungannya, sehingga remaja mendapatkan kepuasan dan memilikikepribadian yang sehat. Misalnya sebagian besar remaja mengetahui bahwapara remaja tersebut memakai model pakaian yang sama denga pakaiananggota kelompok yang populer, maka kesempatan untuk diterima olehkelompok menjadi lebih besar. Untuk itu remaja harus mengetahui lebihbanyak informasi yang tepat tentang diri dan lingkungannya.


Apa itu depresi ?

bk-stkip-pontianak Posted by bk-stkip-pontianak at 07:26 AM on June 10, 2009 Comments comments (0)

Kalau tidak salah selama 2 hari,tanggal 27- 28 April 2009, Jawa Posmengulas kasus gangguan jiwa yang melanda sebagian besar masyarakat Indonesia.Issue ini paling tidak diakibatkan karena gegap gempita masyarakat Indonesiadalam melaksanakan Pemilu Legislatif kemarin menorehkan sejumlah masalah,antara lain para Caleg yang kalah dalam pileg dinyatakan ‘GILA’(sebuah term yang sebetulnya kurang saya sukai). Nah, selama 2 hari tersebutJawa Pos menulis artikel panjang yang intensif mengulas tentang gangguan jiwa,khususnya di Ibukota Jakarta. Dari tahun 2007, jumlah penderita gangguan jiwadi Jakarta semakin meningkat. Nah kali ini saya ingin membahas tentang Depresi.Pokok bahasan depresi ini saya tuangkan dalam artikel psikologi yang berjudul“Apa itu Depresi?”. Artikel ini juga bermaksud menjawab salahsatu pertanyaan pengunjung yang bernama Eko yang bertanya “Semangat kerja kokmenurun? apa aku depresi ? apa gejala dan jalan keluarnya?”

Depresi adalah kemuramanhati (kepedihan, kesenduan, keburaman perasaan)

Orang yang mengalami depresiadalah orang yang amat menderita. Menurut seorang ilmuwan terkemuka yaitu Rice,P. L. (1992), depresi adalah gangguan mood, kondisi emosional berkepanjanganyang mewarnai seluruh proses mental (berpikir, berperasaan dan berperilaku)seseorang. Pada umumnya mood yang secara dominan muncul adalah perasaan tidakberdaya dan kehilangan harapan. Depresi ditandai dengan perasaan sedih yangpsikopatologis, kehilangan minat dan kegembiraan, berkurangnya energi yangmenuju kepada meningkatnya keadaan mudah lelah yang sangat nyata sesudahbekerja sedikit saja, dan berkurangnya aktivitas.

Depresi merupakan gangguanmental yang sering terjadi di tengah masyarakat, berawal dari stres yang tidakdiatasi, maka seseorang bisa jatuh ke fase depresi. Penyakit ini kerapdiabaikan karena dianggap bisa hilang sendiri tanpa pengobatan. Padahal,depresi yang tidak diterapi dengan baik bisa berakhir dengan bunuh diri. Andaingat berapa orang yang bunuh diri setelah perusahaannya dinyatakan bangkrutsaat krisis ekonomi melanda dunia? Atau anda ingat berapa caleg yang berusaha bunuhdiri saat dinyatakan oleh KPU tidak lolos?. Secara global lima puluh persendari penderita depresi berpikiran untuk bunuh diri, tetapi yang akhirnyamengakhiri hidupnya ada lima belas persen. Selain itu, depresi yang berat jugamenimbulkan munculnya berbagai penyakit fisik, seperti gangguan pencernaan(gastritis), asma, gangguan pada pembuluh darah (kardiovaskular), sertamenurunkan produktivitas..


GejalaDepresi                                                                             

Individu yang terkena depresipada umumnya menunjukkan gejala psikis, gejala fisik & sosial yang khas,seperti murung, sedih berkepanjangan, sensitif, mudah marah dan tersinggung,hilangnya rasa percaya diri, hilangnya konsentrasi dan menurunnya daya tahan.Namun yang perlu diingat, setiap orang mempunyai perbedaan yang mendasar, yangmemungkinkan suatu peristiwa atau perilaku dihadapi secara berbeda danmemunculkan reaksi yang berbeda antara satu orang dengan yang lain. MenurutFrank J., Bruno dalam Bukunya Mengatasi Depresi (1997) mengemukan bahwa adabeberapa tanda dan gejala depresi, yakni:

a. Secara umum tidak pernah merasa senang dalam hidup ini. Tantangan yang ada,proyek, hobi, atau rekreasi tidak memberikan kesenangan,

b. Distorsi dalam perilaku makan. Orang yang mengalami depresi tingkat sedangcenderung untuk makan secara berlebihan, namun berbeda jika kondisinya telahparah seseorang cenderung akan kehilangan gairah makan.

c. Gangguan tidur. Tergantung pada tiap orang dan berbagai macam faktorpenentu, sebagian orang mengalami depresi sulit tidur. Tetapi dilain pihakbanyak orang mengalami depresi justru terlalu banyak tidur,

d. Gangguan dalam aktivitas normal seseorang. Seseorang yang mengalami depresimungkin akan mencoba melakukan lebih dari kemampuannya dalam setiap usaha untukmengkomunikasikan idenya.

e. Kurang energi. Orang yang mengalami depresi cenderung untuk mengatakan ataumerasa, saya selalu merasa lelah atau saya capai. Ada anggapan bahwa gejala itudisebabkan oleh faktor-faktor emosional, bukan faktor biologis.

f. Keyakinan bahwa seseorang mempunyai hidup yang tidak berguna, tidak efektif.orang itu tidak mempunyai rasa percaya diri. Pemikiran seperti, sayamenyia-nyiakan hidup saya, atau saya tidak bisa mencapai banyak kemajuan,seringkali terjadi.

g. Kapasitas menurun untuk bisa berpikir dengan jernih dan untuk memecahkanmasalah secara efektif. Keluhan umum yang sering terjadi adalah, saya tidakbisa berkonsentrasi.

h. Perilaku merusak diri tidak langsung. contohnya: penyalahgunaan alcohol ataunarkoba, nikotin, dan obat-obat lainnya. makan berlebihan, terutama kalau seseorangmempunyai masalah kesehatan seperti misalnya menjadi gemuk, diabetes,hypoglycemia, atau diabetes, bisa juga diidentifikasi sebagai salah satu jenisperilaku merusak diri sendiri secara tidak langsung.

i. Mempunyai pemikiran ingin bunuh diri. (tentu saja, bunuh diri yangsebenarnya, merupakan perilaku merusak diri sendiri secara langsung.

Nah setelah membaca artikel psikologi diatas,kiranya saudara Eko bisa menyimpulkan apakah anda sedang depresi atau tidak.Yang patut dicatat adalah, depresi biasanya ditimbulkan oleh perasaan inferior,rasa sakit hati yang dalam, kekecewaan-kekecewaan yang hebat, penyalahan dirisendiri dan trauma-trauma psikis. Jangan anda kemudian menyimpulkan semangatkerja menurun maka orang bisa dikatakan depresi, bisa jadi semangat kerjamenurun karena gajian belum keluar Untuk saran dan jalankeluarnya saya belum bisa menjawab karena saya belum berkompeten ‘menyembuhkan’gangguan kejiwaan. Saya hanya memberikan informasi berkaitan denganpersoalan-persoalan psikologis yang terjadi pada Individu.


Seksualitas Remaja

bk-stkip-pontianak Posted by bk-stkip-pontianak at 07:19 AM on June 10, 2009 Comments comments (0)

Ratna Eliyawati


A. OVERVIEW

Batasan usia remaja adalah antara 12tahun sampai dengan 21 tahun (Haditono, 1998). Pada usia remaja,seseorang akan banyak mengalami badai dan tekanan. Aspek perkembanganyang menonjol pada usia ini adalah adanya perubahan bentuk tubuh,meningkatnya tuntulan dan harapan sosial, tuntutan kemandirian dariorangtua, meningkatnya kebutuhan akan berhubungan dengan kelompoksebaya, mampu bersikap sesuai dengan norma sekitar, kompeten secaraintelektual, mengembangkan tanggung jawab pribadi dan sosial, sertabelajar mengambil suatu keputusan.

 

Tidak kalah penting daritugas pcrkembangan di atas adalah adanya kesadaran pada remaja untukmempelajari segala seluk beluk yang berkaitan dengan masalah seksual.Bebcrapa tema yang berkaitan dengan perkembangan seksual remaja adalahsebagai berikut:

1. Upaya untuk mengkaitkan antara perkembanganpubertal, body image, dan self image. Remaja pada unumnya peka dansangat perhatian terhadap daya tarik pribadi. Mereka akan selalumemperhatikan penampilannya, bentuk tubuhnya, wajahnya, danpenerimaannya terhadap diri sendiri. Hal ini akan mengarahkan remajapada terciptanya body image yang kemudian tertuju pada self image.Melalui self image ini akan berdampak pada keyakinan diri remaja dalamproses berinteraksi sosial dengan lingkungan sekitarnya.

2. Minatuntuk mempelajari tubuh sendiri, respon seksual, dan kebutuhannya.Ketidaktahuan remaja bahwa kemasakan hormon seksual akan memilikiimplikasi terhadap reasi-reaksi tubuh yang muncul saat remaja putrimengalami menstruasi dan laki-laki mengalami mimpi basah. Adanyakemasakan hormon seksual ini mencemaskan remaja terhadap permasalahanyang berkaitan dengan organ seksualnya. Ada reaksi seksual tertentusaat remaja putri menggunakan pembalut untuk pertama kali, sedangkanpada remaja pria dibingungkan dengan ukuran alat kelaminnya yangkemudian dicoba untuk diukur kenormalainnya dalam segala dimensi. Padasaat ini juga remaja sudah mampu menghayati makna rangsangan seksualterlepas dari apakah rangsangan seksual tersebut berasal dari prosespersentuhati dengan lawan jenis (sosio-erolik) atau akibat berfantasi(auto-erotik).

3. Pencarian idetititas diri dengan fokus padapemenuhan tuntunan sosial terhadap peran jenis kelamin dan upaya untukpemantapan orientasi seksual pribadi. Pusat dari proses perkembanganremaja adalah supaya proses pencarian. Ada tuntunan sosial yang dicobadipelajari remaja mengenai apa yang seharusnya dilakukan oleh remajaputri dan putra dalam memenuhi harapan perilaku sosial. Sedangkantingkah laku seksual sendiri pada umumnya tertuju pada upaya untukmenunjukan pada teman sebaya agar dirinya dapat diterima. Dan biasanyatingkali laku seksual tersebut tidak terfokus pada "actual sexualdesire" (penyaluran nafsu seksual).

4. Mempelajari hubunganseksual dan interaksinya dengan lawan jenis berupa keterikatanhubungan, percintaan, atau komitmen. Pada usia remaja inilah seseorangmulai mengembangkan minat heterosexualnya. Dimulai dari keterdekatanhubungan dalam organisasi sekolah osis, olahraga, seni, kemudianberlanjut keterikatan antar dua remaja yang mengembangkan hubunganemosional sccara intens, rutin, dan bertanggung jawab.

5.Mengembangkan sistem nilai seksual pribadi. Sistem nilai seksualberkaitan dengan kesadaran remaja mengenai siapa dirinya. Denganmengenal siapa dirinya, remaja mengembangkan sikap dan perilakusebagaimana konsep diri yang terbentuk. Hal ini kemudian berkaitandengan cara remaja memilih sikap dan perilaku pasangannya sesuai dengankondisi diri remaja sendiri.

 

atas^


B. ASPEK PSIKOSEKSUAL REMAJA

Perkembangan seksual remaja dapat ditelusuri melalui tiga aspek yang mendukung, yaitu:

1.Seksual fantasi. Seksual awal remaja biasnya tidak lepas dari upayaremaja untuk berfantasi mengenai segala seluk beluk masalah seksualsampai dengan mimpi basah. Ada berbagai alasan mengapa remaja melakukanfantasi seksual, yaitu: untuk menikmati aktivitas seksual secarapribadi untuk menggantikan penyaluran dorongan seksual secara nyata,untuk mencoba-coba membangkitkan kepuasan seksual, dan untuk latihansebelum perilaku seksual tersalurkan secara nyata. Yang jelas fantasiseksual ini berguna bagi eksistensi perilaku seksual remaja dimasadewasa nanti, dan dapat menimbulkan rasa percaya diri remaja saathubungan seksual yang sesungguhnya dilakukan.

2. Indepensi.Keterdekatan remaja dengan kelompok bermainnya sangat membantu dalamupaya mendapatkan support dan bimbingan dari perilaku yang dilakukan.Walaupun tidak dipungkiri bahwa kelompok bermain itu sendiri memilikipola aturan itu spesifik, dan tuntunan perilaku yang dikehendaki. Namunremaja lebih memilih teman sebayanya sebagai pelarian dari keterikatandengan orang tua. Jadi kemandirian yang ditunjukan oleh remajasebenarnya masih butuh topangan bimbingan. Remaja umumnya menentanglarangan orang tua mengenai perilaku seksual bebas. Masalah kebebasanseksual inilah yang seringkali dijadikan senjata bagi remaja untukmelarikan diri dari ikatan orang tua.

3. Reaksi orang tua. Sikaporang tua terhadap masalah seksual sangat berpengaruh terhadap sikapseksual remaja. Bila orang tua mengagungkan keperawanana maka biasanyaanaknya akan memiliki nilai yang sama mengenai keperarawanan. Walau puntidak semua orang tua memiliki sikap yang kaku dan keras terhadapperilaku seksual terhadap remajanya, namun hampir sebagian besar orangtua tidak mau membiarkan anaknya memiliki sikap seksual yang bebas.

atas^


C. POLA-POLA PERILAKU SEKSUAL REMAJA

1.Masturbasi. Ada perbedaan persentase antara laki-laki dan perempuandalam melakukan tindakan masturbasi. Hampir 82% dari laki-laki usia 15tahun melakukan masturbasi, sedangkan hanya 20% dari perempuan usia 15tahun yang melakukan masturbasi. Perilaku masturbasi ini sendiri secarapsikologis menimbulkan kontroversi perasaan antara perasaan "bcrsalah"dan perasaan "puas". Masturbasi itu sendiri bila dilakukan secaraproporsional sebenarnya memiliki beberapa nilai positif, yaitu:melepaskan tekanan seksual yang menghimpit, merupakan eksperimenseksual yang sifatnya aman; untuk meningkatkan rasa percaya diri dalammembuktikan kemampuan seksualnya; mengendalikan dorongan seksual yangtidak terkontrol; mengatasi rasa kesepian; dan memulihkan stress dantekanan hidup.

2. Petting. Definisi petting adalah upayamembangkitkan dorongan seksual antar jenis kelamin dengantanpamelakukan tindakan intercourse. Usia 15 tahun ditemukan bahwa 39 remajaperem[uan melakukan petting, sedangkan 57% remaja laki-laki melakukanpetting.

3. Oral-genital seks. Tipe ini saat sekarang banyakdilakukan oleh remaja untuk menghindariterjadinya kehamilan. Tipehubungan seksual model oral-genital ini merupakan alternatif aktivitasseksual yang dianggap aman oleh remaja masa kini.

4. SexualIntercourse. Ada dua perasaan yang saling bertentangan saat remajapertama kali melakukan seksual intercourse. Pertama muncul perasaannikmat, menyenangkan, indah, intim dan puas. Pada sisi lain munculperasaan cemas, tidak nyaman, khawatir, kecewa dan perasaan bersalah.Dari hasil penelitian tampak bahwa rmaja laki-laki yang paling terbukauntuk menceritakan pengalaman intercoursenya dibandingkan dengan remajaperempuan. Sehingga dari data tampaknya frekuensi untuk melakukanhubungan seksual intercourse lebih banyak terjadai pada laki-lakidibandingkan dengan remaja perempuan.

5. Pengalaman Homoseksual.Adakalanya perilaku homoseksual bukan terjadi pada remaja yangorientasi seksualnya memang homo, namun beberapa kasus menunjukan bahwahomoseksual dijadikan sebagai sarana latihan remaja untuk menyalurkandorongan seksual yang sebenarnya dimasa yang akan datang. Pada remajayang memiliki orientasi seksual homo, biasanya sejak dini melakukanproses pencarian informasi mengenai kondisi yang menimpa dirinya.Informasi bisa diperoleh dari bacaan, sesama teman homo, atau justrusangat ketakutan dengan kondisi dirinya sehingga mencoba-coba melakukanhubungan scksual secara hetero. Tidak mudah bagi remaja jika iamengetahui bahwa orietitasi seksualnya bersifat hetero, sebab padadirinya kemudian akan timbul konflik yang yang menyangkut nilai-nilaikultural mengenai hubungan antar jenis.

6. Efek Aktifitas sesual.Ada bahaya personal dan sosial yang mengancam remaja bila melakukanaktivitas seksual secara salah. Bahaya tersebut adalah: terjangkitnyapenyakit HIV/AIDS, kehamilan tidak dikehendaki, menjadi ayah atau ibudi usia sini.


Mengatasi rasa sedih

bk-stkip-pontianak Posted by bk-stkip-pontianak at 06:04 AM on May 29, 2009 Comments comments (0)

Hidup manusia selalu mengalami siklus.dengan rasa senan dan sedih datang silih berganti. Faktor-faktor yang mempengaruhi cuaca hati adalah berbeda-beda untuk setiap orang. Dalam keadaan sedih,rasanya kita tak dapat berbuat apa-apa.segalanya terasa down dan suram.dalam keadaan yang demikian kita harus berusaha melawannya dengan jalan berpikir positif.bila hal seperti itu dipikirkan terus menerus maka keadaannya akan semakin buruk. Kesedihan yang berlarut-larut berakibat buruk dan sangat merugikan kita. Banyak efek yang ditimbulkannya, antara lain badan kita menjadi sakit.menurut penyelidikan para ahli ilmu jiwa dan kedokteran , lebih banyak orang yang sakit karena sebab psikìs dari pada penyakit karena fisik saja. Ada bermacam cara untuk mengatasi kesedihan itu. Yang terutama kita harus cepat-cepat berusaha bangkit dari keadaan itu.kita bisa menceritakan "uneg-uneg" itu dapat dikeluarkan. Waktu kita menceritakan kesedihan kita maka setidak-tidaknya separuh dari kesedihan itu telah hilang.teman yang baik yang tentu akan berusaha menghibur kita dan mencarikan pemecahan yang sebaik-baiknya. Selain itu juga kita dapat mencari kesibukan yang bermanfaat dan disenangi sehinga kesedihan itu dapat hilang dengan sendirinya. "lawanlah kesedihan yang ada dalam diri kita,nikmati waktu yang berlalu agar semuanya terlampaui"

Rasa malas

bk-stkip-pontianak Posted by bk-stkip-pontianak at 05:48 AM on May 29, 2009 Comments comments (1)

Untuk rasa yang satu ini pasti kita semua fahamatau bahkan pernah merasakannya. Kalau memang iya, semoga bukan sebuahkebiasaan. Malas atau Rasa malas adalah suatu sifat, tindakandan perbuatan yang sesegera mungkin harus diberantas, jangan dibiarkanmempengaruhi diri kita,akibatnya sangat buruk didepan hari nanti,karenamanusia tercipta berpikir menuju kearah kesenangan maka jika dibiarkanberlarut-larut rasa malas itu maka secara spontan akan mempengaruhidiri kita,membawa manusia terbuai akan rasa enak yg ditimbulkan rasamalas tersebut.

Oleh karena itu cobalah bersikap rajin walau hanyamemulainya dalam hati,karena niat merupakan pangkal sebuahperbuatan,jangan biarkan pikiran dan raga kita terbuai oleh rasa malas.Jika mulai merayapi sendi-sendi hidup kita maka segala macam kegiatanhidup akan tertunda, coba anda bayangkan sekian menit saja andalewatkan dengan bermalas-malasan,akan timbul kebiasan yang berlarut.rasa malas itu bisa diibaratkan obat penenang yang menghanyutkan danmembuat kita ketagihan. Hilangkan rasa malas,hidup ini butuh perjunganuntuk mencapai sesuatu yang bahagia, tapi ingat jangan seumur hidupterus berjuang tapi harus ada kemerdekaannya yaitu bahagia,berjuanganlah dengan kepintaran dan akal cerdik janganmengandalkan otot dan kekuatan saja karena bakal seumur hidup andahanya "bekerja" untuk hidup.

Salam sukses


Kecemasan Sosial (Social anxiety)

bk-stkip-pontianak Posted by bk-stkip-pontianak at 04:44 AM on May 29, 2009 Comments comments (0)

Social anxiety atau dalam bahasa Indonesianya kurang lebih berartikecemasan sosial, merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkansuatu keadaaan kecemasan (anxiety) yang ditandai dengan ketidaknyamananemosional, rasa takut dan khawatir berkenaan dengan situasi sosialtertentu. Dalam bahasa yang lebih sederhana social anxiety adalahperasaan malu dinilai atau diperhatikan oleh orang lain karena adanyaprasangka bahwa orang lain menilai negatif terhadap dirinya.

Socialanxiety atau dalam bahasa Indonesianya kurang lebih berarti kecemasansosial, merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatukeadaaan kecemasan (anxiety) yang ditandai dengan ketidaknyamananemosional, rasa takut dan khawatir berkenaan dengan situasi sosialtertentu. Dalam bahasa yang lebih sederhana social anxiety adalahperasaan malu dinilai atau diperhatikan oleh orang lain karena adanyaprasangka bahwa orang lain menilai negatif terhadap dirinya.

 

Socialanxiety sudah terjadi sejak seseorang masih anak-anak, kondisi iniwajar saja karena dianggap sebagai bagian dari fungsi social seseorang.Semua orang mengalami Social anxiety, namun berbeda satu dengan yanglainnya tergantung pada situasi yang dihadapinya. social anxiety yangekstrim dan menetap yang kemunculan cukup mengganggu disebut sebagaisocial anxiety disorder (gangguan kecemasan sosial). Kadang orangmenyebut social anxiety dengan istilah social phobia

 

Social anxiety ditandai dengan 3 komponen, yaitu:

1. physiological components, seperti badan berkeringat, muka merah

2. cognitive/perceptual components, berupa keyakinan bahwa sesorang menilai negatif terhadap dirinya

3. Behavioral components, dalam bentuk upaya seseorang untuk menghindari situasi yang membuat dia merasakan social anxiety.

 

Socialanxiety terjadi dalam berbagai tingkatan, mulai tingkat dengan cakupanyang sempit dan spesifik sampai yang lebih luas tegantung pada cakupandari pemicu sosial. Contohnya malu makan di depan umum mencakup skupyang lebih sempit, situasi sosialnya hanya makan di depan umum,sementara perasaan malu (shyness) meliputi skup yang lebih luas, karenapada kondisi ini seseorang merasa malu melakukan banyak hal padaberbagai macam situasi. Istilah yang berbeda mungkin digunakan untuksocial anxiety yang cakupannya lebih sempit dan lebihspesifik–contohnya performance anxiety, public speaking anxiety

 

Socialanxiety pertama kali terjadi pada masa bayi dan hal ini merupakan suatukondisi emosi yang normal dan penting untuk tumbuh kembang danfungsionalisasi social yang efektif. Rangsangan kognitif danmeningkatnya tekanan sosial pada masa anak akhir dan awal remajamenyebabkan social anxiety dialami secara terus-menerus dan berulang.Pada umunya anak remaja mengalamai kecemasan ketika berhubungan denganteman sebayanya terutama dengan lawan jenis, ketika mendapatkanpenolakan oleh teman sebaya (peer rejection), berbicara di depan umum(public speaking) dan ketika menilai dirinya. Namun pada umumnya remajamengalami kemajuan dalam perkembangannya dan mampu menyelesaikantuntutan dan tugas-tugas pekembangannya melalui berbagai kekhawatirandan kecemasan.

 

Social anxiety yang menetap/persisten danmengganggu disebut sebagai social anxiety disorder atau social phobia.Di dalam kriteria DSM dan ICD mencoba membedakan antara bentuk socialanxiety klinis dan nonklinis, yang mencakup intensitas dan tingkatgangguan psikosomatik dan gangguan perilaku. Bentuk-bentuk gangguanklinis mungkin juga dibedakan dalam bentuk general social phobia danspecific social phobias

 

Meskipun nama klinis untuk gangguan tsbyang tertera di DSM dan ICD, adalah Social Phobia atau Social AnxietyDisorder, namun sering disebut secara sederhana sebagai social anxietysaja atau bahkan hanya dengan singkatan SA.

 

References

 

1.Leary, M. (2001). Social Anxiety as an Early Warning System: ARefinement and Extension of the Self-Presentation Theory of SocialAnxiety. In Hofmann, S.G. and DiBartolo, P.M. (eds). From socialanxiety to social phobic: multiple perspectives. Allyn & Bacon.

2.Albano, A.M. & Detweiler, M.F. (2001) The Developmental andClinical Impract of Social Anxiety and Social Phobia in Children andAdolescents. In Hofmann, S.G. and DiBartolo, P.M. (eds). From SocialAnxiety to Social Phobia: Multiple Perspectives. Allyn & Bacon.

3.Henderson, L., Zimbardo, P. (2001). Shyness, Social Anxiety, SocialPhobia. In Hofmann, S.G. and DiBartolo, P.M. (eds). From Social Anxietyto Social Phobia: Multiple Perspectives. Allyn & Bacon.



View Older Posts »

Rss_feed

Jadi anggota

Anggota Baru

agung mareyfaisal_handil@yahoo.co.id 

Jajak Pendapat

Alih Bahasa

Hits Traffick

 

Buku Tamu

dimohon para pengunjung agar mengisi buku tamu dibawah ini

Panduan mengisi buku tamu

name : tulis nama kmu

website : tls web / email kmu

message : tls pesan kmu

Setelah itu tekan enter/klik pd tlsn Shout! Terima kasih atas kunjungannya

Foto kiriman teman

Kirim data dan foto kamu ke email andi280882@yahoo.com untuk tampil di slid foto dibawah ini

Romeo
 
  • Septian & Dian
  • Rama KPJ

  • Roma/BK/STKIP

  • Marito
  • Nandro
  • Denny & Afryanto
  • Indra

  • Amix Slanker



Juliet
 
  • Syifa (casual,simple..)
  • Ecka

  • Rini/BK/STKIP

  • Prizka/BK/STKIP

  • Nupus & ??
  • Ica

  • Inich

  • Enda

  • Yulie


 


Kirim foto kmu ke andi280882@yahoo.com    / Masuk or Daftar jgn lupa sertakan nama yach..

dan >sms< konfirmsi ke 085245322212


Black Board

Kumpulan Materi & Referensi

  1. Bidang Pelayanan BK
  2. Kegitan Pendukung Konseling
  3. Jenis-jenis layanan dalam BK
  4. Bimbingan dan Konseling
  5. Psikoanalisis
  6. Perkembangan individu
  7. Tujuh sikap untuk mencairkan konflik di sekolah
  8. Laki-laki & Perempuan dengan peranan gender
  9. Perbedaan anak laki2 dan perempuan dlm cara
  10. Isu gender laki2 & perempuan
  11. Laki2 & depresi
  12. Keke rasan di video game dan agresi anak
  13. Dampak kekerasan di media televisi terhadap anak
  14. P engaruh lingkungan negativ
  15. Remaja dengan perilaku seksual intervensi
  16. Stres & pekerjaan karyawan
  17. Perilaku ekonomi membantu orang membuat pilihan yg lebih baik
  18. Attitude Inokulasi dpt mengurangi tingkat remaja merokok
  19. risiko yang terkait dengan kesehatan dpt mengubah perilaku seseorang
  20. Remaja & bunuh diri
  21. Efek Trauma
  22. Homoseksual
  23. Pancawaskita
  24. Perhitungan jam konselor di sekolah
  25. Tujuan pelayanan BK
  26. Rekonseptualisasi Bimbingan dan Konseling
  27. Sejarah lahirnya BK
  28. Kesalahan pemahaman tentang BK
  29. Pelayanan BK pada Sekolah Standar Nasional (SSN)
  30. Bimbingan dan Konseling di Sekolah
  31. Layanan BK sarat nilai
  32. Layanan Informasi (informasi karier)
  33. Kesulitan belajar dan bimbingan belajar
  34. Konsep Bimbingan Karier
  35. Posisi pengembangan diri dalam BK
  36. Jenis layanan BK
  37. Egois (the self)
  38. Perkembangan kepribadian
  39. Bidang BK
  40. Fungsi, prinsip, dan asas BK
  41. Tujuan BK
  42. Landasan / dasar BK
  43. Memahami emosi individu
  44. Taksonomi perilaku individu
  45. Memahami perilaku individu
  46. pengembangan diri remaja
  47. Sejarah organisasi PGRI
  48. motivasi belajar dan pembelajaran
  49. Bimbingan dan Konseling sesuai budaya
  50. Peran Guru dalam proses pendidikan
  51. Ciri-ciri Guru Konstruktivis
  52. Perilaku nyontek dalam pendidikan
  53. Perkembangan Karier
  54. Perihal ideologi dan praktek kebudayaan
  55. Prinsip dengan sistem belajar mandiri
  56. Pembelajaran
  57. motivasi belajar
  58. Percaya diri di depan kelas
  59. model belajar dan pembelajaran berorientasi kompetensi siswa
  60. Cara cepat memotivasi diri
  61. Konseling Psikologi Individual (Alred Adler)
  62. Layanan Mediasi
  63. Kedudukan siswa dalam pembelajaran
  64. Minat Belajar Siswa
  65. Tugas dan Peran Guru dalam proses pembelajaran
  66. Peran Guru dalam pelaksanaan Bimbingan dan Konseling
  67. Hakikat Pembelajaran
  68. 10 Kepribadian yang disukai
  69. Melatih mental dan pengertian rasa takut
  70. Menyibak aspek budaya dalam teknologi
  71. Variabel
  72. Evolusi Budaya
  73. Pengembangan diri remaja
  74. Administrasi Bimbingan & Konseling di sekolah
  75. Beberapa Isu Perkembangan Remaja
  76. Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan
  77. Penyesuaian Pengambilan Keputusan
  78. Belajar sebagai seorang dewasa
  79. Konsentrasi

Kegiatan & Informasi

No upcoming events

Download MP3

       # A #
  1. Andra & The Backbone / Muak
  2. Andra & The Backbone / Kepayang
  3. Andra & The Backbone / Main hati
  4. Andra & The Backbone / Mimpi yg terbunuh
  5. Andra & The Backbone / Hitam ku
  6. Andra & The Backbone / Sahabat
  7. Andra & The Backbone / Seperti hidup kembali
  8. Andra & The Backbone / Tak ada yg bisa
  9. Andra & The Backbone / 3 Keajaiban
  10. Andra & The Backbone / Selamat tinggal masa lalu
       # B #
  1. bbbbbbbbbbbb
  2. bbbbbbbbbbbb
       # C #
  1. ccccccccccccc
  2. ccccccccccccc
       # D #
  1. D'Masiv (Perubahan) / Lelaki pantang menyerah
  2. D'Masiv (Perubahan) / Aku percaya kamu
  3. D'Masiv (Perubahan) / Cinta ini membunuh ku
  4. D'Masiv (Perubahan) / Cinta sampai di sini
  5. D'Masiv (Perubahan) / Dan kamu
  6. D'Masiv (Perubahan) / Diam tanpa kata
  7. D'Masiv (Perubahan) / Diantara kalian
  8. D'Masiv (Perubahan) / Dilema
  9. D'Masiv (Perubahan) / I'll Fill
  10. D'Masiv (Perubahan) / Merindukan mu
  11. D'Masiv (Perubahan) / Sebelah mata
  12. D'Masiv (Perubahan) / Tak bisa hidup tanpa mu
  13. D'Masiv (Perubahan) / Tak pernah rela
        # E #
  1. eeeeeeeeee
  2. eeeeeeeeee
        # F #
  1. fffffffffffffffffffffff
  2. fffffffffffffffffffffff
        # G #
  1. gggggggggg
  2. gggggggggg
       # H #
  1. Hijau daun / Sampai kau bicara
  2. Hijau daun / Suara ku berharap
  3. Hijau daun / Cobalah
  4. Hijau daun / Dewi
  5. Hijau daun / Dunia lain
       # I #
  1. iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
  2. iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
        # J #
  1. jjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjj
  2. jjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjj
        # K #
  1. kkkkkkkkkkk
  2. kkkkkkkkkkk
        # L #
  1. llllllllllllllllllllll
  2. llllllllllllllllllllll
        # M #
  1. mmmmmm
  2. mmmmmm
       # N #
  1. nnnnnnnnn
  2. nnnnnnnnn
       # O #
  1. ooooooooo
  2. ooooooooo
       # V #
  1. ppppppppp
  2. ppppppppp
        # Q #
  1. qqqqqqqqq
  2. qqqqqqqqq
        # R #
  1. rrrrrrrrrrrrrrrr
  2. rrrrrrrrrrrrrrrr
        # S #
  1. sssssssss
  2. sssssssss
        # T #
  1. ttttttttttttttttttttt
  2. ttttttttttttttttttttt
        # U #
  1. uuuuuuuuu
  2. uuuuuuuuu
       # V #
  1. vvvvvvvvvvvv
  2. vvvvvvvvvvvv
      # W #
  1. wwwwwww
  2. wwwwwww
       # X #
  1. xxxxxxxxxxxx
  2. xxxxxxxxxxxx
        # Y #
  1. yyyyyyyyyyyy
  2. yyyyyyyyyyyy
        # Z #
  1. zzzzzzzzzzzz
  2. zzzzzzzzzzzz
        # Number #
  1. 111111111
  2. 111111111

Berita Terkini

Info Celebrity