Bimbingan Konseling STKIP PGRI Pontianak

Bimbingan Konseling, Universitas, Pontianak, Psikologi, Budaya, Pendidikan, STKIP PGRI Pontianak

Blog & Referensi Post New Entry

Motivasi Belajar

Posted by bk-stkip-pontianak on March 26, 2009 at 1:57 AM

A. PENDAHULUAN

Kegiatan belajar tidak selalu dilakukan di dalam ruangan kelas berdasarkan rancangan tertentu tetapi ada kegiatan belajar yang dilakukan di luar ruang kelas tanpa mengikuti rancangan tertentu. Dengan kegiatan belajar di kelas secara konvensional siswa belajar untuk memenuhi tuntutan tugas dan rancangan dari guru. Tetapi masih begitu banyak aktivitas belajar yang tanpa mengikuti aturan konvensional yang dicerminkan dalam desain instruksional. Artinya, siswa belajar karena keinginannya sendiri. Karenanya pengetahuan tentang “belajar” karena ditugasi dan belajar karena motivasi diri “penting” bagi guru.

B. MOTIVASI DAN PENTINGNYA MOTIVASI
1. Pengertian Motivasi
Pada diri siswa terdapat kekuatan mental yang menjadi penggerak belajar. Kekuatan penggerak tersebut berasal dari berbagai sumber. Siswa belajar karena didorong oleh kekuatan mentalnya. Kekuatan mental itu berupa keinginan, perhatian, kemauan, atau cita-cita. Kekuatan mental tersebut dapat tergolong rendah atau tinggi. Ada ahli psikologi pendidikan yang menyebut motivasi adalah kekuatan mental yang mendorong terjadinya belajar. Motivasi dipandang sebagai dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia, termasuk perilaku belajar. Dalam motivasi terkandung adanya keinginan, harapan, kebutuhan, tujuan, sasaran, dan insentif.





2. Komponen Motivasi
Ada tiga komponen utama dalam motivasi yaitu (a) kebutuhan, (b) dorongan, dan (c) tujuan. Kebutuhan terjadi bila individu merasa ada ketidakseimbangan antara apa yang ia miliki dan yang ia harapkan. Moslow membagi kebutuhan menjadi lima tingkatan yakni a) kebutuhan fisiologis, b) kebutuhan akan rasa aman, c) kebutuhan sosial, d) kebutuhan akan penghargaan diri dan e) kebutuhan aktualisasi.
Dorongan, merupakan kekuatan mental untuk melakukan kegiatan dalam rangka memenuhi harapan. Sedangkan tujuan adalah hal yang ingin dicapai oleh seorang individu. Tujuan tersebut mengarahkan perilaku, dalam hal ini perilaku belajar. Kekuatan mental atau kekuatan motivasi belajar dapat diperkuat dan dikembangkan. Interaksi kekuatan mental dan pengaruh dari luar ditentukan oleh responden prakarsa pribadi pelaku.
3. Pentingnya Motivasi Dalam Belajar
Motivasi belajar tidak hanya penting bagi siswa tetapi juga guru. Pentingnya motivasi belajar bagi siswa sebagai berikut:
• Menyadarkan kedudukan pada awal belajar, proses, dan hasil akhir.
• Menginformasikan tentang kekuatan usaha belajar, bila dibandingkan dengan teman sebaya.
• Mengarahkan kegiatan belajar
• Membesarkan semangat belajar
• Menyadarkan tentang adanya perjalanan belajar.
Pentingnya motivasi belajar bagi guru sebagai berikut:
• Membangkitkan, dan memelihara semangat siswa untuk belajar sampai berhasil; membangkitkan, bila siswa tak bersemangat; meningkatkan, bila semangat belajarnya timbul tenggelam; memelihara, bila semangatnya telah kuat untuk mencapai tujuan belajar.
• Motivasi belajar siswa di kelas bermacam-macam; ada yang acuh tak acuh, ada yang tidak memusatkan perhatian, ada yang bermain, disamping yang bersemangat untuk belajar. Dengan bermacamragam motivasi belajar tersebut, maka guru dapat menggunakan bermacam-macam strategi mengajar belajar.
• Meningkatkan dan menyadarkan guru untuk memilih satu di antara bermacam-macam peran, seperti penasehat, fasilitator, instruktur, teman diskusi, penyemangat, pemberi hadiah, dan guru pendidik.
• Memberi peluang guru untuk “unjuk kerja” rekayasa pedagogis.

C. JENIS DAN SIFAT MOTIVASI
Para ahli ilmu jiwa mempumyai pendapat bahwa motivasi dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu motivasi primer dan motivasi sekunder.
1. Motivasi Primer
Motivasi primer adalah motivasi yang didasarkan pada motif-motif dasar. Motif-motif dasar tersebut umumnya berasal dari segi biologis, atau jasmani manusia. Manusia adalah mahluk berjasmani, sehingga perilakunya terpengaruh oleh insting atau kebutuhan jasmaninya. Di antara insting yang penting adalah memelihara, mencari makan, melarikan diri, berkelompok, mempertahankan diri, rasa ingin tahu, membangun, dan kawin. (Koeswara, 1989: Jalaludin Rachmat.1991)
Freud berpendapat bahwa insting memiliki empat ciri, yaitu tekanan, sasaran, objek dan sumber.
• Tekanan. Tekanan adalah kekuatan yang memotivasi individu untuk bertingkah laku, semakin besar energi dalam insting, maka tekanan terhadap individu semakin besar.
• Sasaran. Sasaran insting adalah kepuasan atau kesenangan, kepuasan tercapai apabila tekanan enargi pada insting berkurang.
• Objek. Objek insting adalah hal-hal yang memuaskan insting, hal-hal yang memuaskan insting tersebut dapat berasal dari luar individu atau dari dalam individu.
• Sumber. Sumber insting adalah keadaan kejasmaniaan individu.
Insting manusia dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu insting kehidupan (life instinct) dan insting kematian (death instinct). Insting-insting kehidupan terdiri dari insting yang bertujuan memelihara kelangsungan hidup. Insting kehidupan tersebut berupa makan, minum, istirahat, dan memelihara keturunan. Insting kematian tertuju pada penghancuran, seperti merusak, menganiaya, atau membunuh orang lain atau diri sendiri.
2. Motivasi Sekunder
Motivasi sekunder adalah motivasi yang dipelajari. Menurut beberapa ahli, manusia adalah makhluk sosial. Perilakunya tidak hanya terpengaruh oleh faktor bilogis saja, tetap juga faktor-faktor sosial. Perilaku manusia terpengaruh oleh tiga komponen penting seperti
a) Komponen afektif, komponen afektif adalah aspek emosional. Komponen ini terdiri dari motif sosial, sikap dan emosi.
b) Komponen kognitif, komponen kognitif adalah aspek intelektual yang terkait dengan pengetahuan.
c) Komponen konatif, komponen konatif adalah tekait dengan kemauan dan kebiasaan bertindak.
Perilaku motivasi sekunder juga terpengaruh oleh adanya sikap. Sikap adalah suatu motif yang dipelajari. Ciri-ciri sikap (a) merupakan kecenderungan berfikir, mersa, kemudian bertindak, (b) memiliki daya dorong bertindak, (c) relatif bersifat tetap, (d) berkecenderungan melakukan penilaian, dan (e) dapat timbul dari pengalaman, dapat dipelajari atau berubah.
Perilaku juga terpengaruh oleh emosi. Emosi menunjukkan adanya sejenis kegoncangan seseorang. Emosi memiliki fungsi sebagai (a) pembangkit energi, (b) pemberi informasi pada orang lain, (c) pembawa pesan dalam berhubungan dengan orang lain, (d) sumber informasi tentang diri seseorang.



Perilaku juga terpengaruh oleh adanya pengetahuan yang dipercaya. Pengetahuan tersebut dapat mendorong terjadinya perilaku. Perilaku juga terpengaruh oleh kebiasaan dan kemauan. Kebiasaan merupakan perilaku menetap, berlangsung otomatis. Kemauan seseorang timbul karena adanya (a) keinginan yang kuat untuk mencapai tujuan, (b) pengetahuan tentang cara memperoleh tujuan, (c) energi dan kecerdasan, (d) pengeluaran enrgi yang tepat untuk mencapai tujuan.

Sifat Motivasi
Motivasi seseorang dapat bersumber dari (a) dalam diri sendiri, yang dikenal sebagai motivasi internal, (b) dari luar diri seseorang yang dikenal sebagai motivasi eksternal. Motivasi ekstrinsik adalah dorongan terhadap perilaku seseorang, yang ada di luar perbuatan yang dilakukannya. Orang berbuat sesuatu, karena dorongan dari luar seperti adanya hadiah, menghindari hukuman.
Maslow dan Rogers mengakui pentingnya motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Menurut Maslow setiap individu bermotivasi untuk mengaktualisasi diri. Ia menemukan 15 ciri orang yang mampu mengaktualisasi diri. Ciri tersebut adalah (a) berkemampuan mengamati suatu realitas secara efisien, apa adanya, dan terbatas dari subjektivitasnya, (b) dapat menerima diri sendiri, orang lain, secara sewajarnya, (c) berperilaku spontan, sederhana, dan wajar, (d) terpusat pada masalah atau tugasnya, (e) memiliki kebutuhan privasi atau kemandirian yang tinggi, (f) memiliki kebebasan dan kemandirian terhadaplingkungan dan kebudayaannya, (g) dapat menghargai dengan rasa hormat dan penuh gairah,(h) dapat mengalami pengalaman puncak, (i ) memiliki rasa keterikatan, solidaritas kemanusiaan yang tinggi, (j) dapat menjalin hubungan pribadi yang wajar, (k) memiliki watak terbuka dan bebas prasangka, (l) memiliki standar kesusilaan tinggi, (m) memiliki rasa humor terpelajar, (n) memiliki kreativitas dalam bidang kehidupan, (o) memiliki otonomi tinggi.



D. MOTIVASI DALAM BELAJAR
Motivasi belajar ada yang instrinsik ada yang ekstrinsik. Sedangkan penguatan motivasi-motivasi belajar tersebut berada di tangan para guru pendidik dan anggota masyarakat. Unsur-unsur yang mempengaruhi motivasi belajar antara lain :
1. Cita-cita atau Aspirasi Siswa
Timbulnya cita-cita dibarengi oleh perkembnagan akal, moral, kemauan, bahasa dan nilai-nilai kehidupan. Timbulnya cita-cita juga dibarengi oleh perkembangn kepribadian. Cita-cita siswa untuk menjadi seseorang (gambaran ideal) akan memperkuat semangat belajar, dan mengarahkan perilaku belajar.
2. Kemampuan Siswa
Keinginan seseorang perlu dibarengi dengan kemampuan atau kecakapan mencapainya. Dengan didukung kemampuan, keberhasilan mencapai sesuatu akan menambah kekayaan pengalaman hidup, memuaskan dan menyenangkan hati anak. Karenanya kemampuan akan memperkuat motivasi anak untuk melaksanakan tugas-tugas perkembangan.
3. Kondisi Siswa
Kondisi siswa yang meliputi kondisi jasmana dan rohani mempengaruhi motivasi belajar.
4. Kondisi Lingkungan Siswa
Sebagai anggota masyarakat, maka siswa dapat terpengaruh oleh lingkugan sekitar. Lingkungan sekitar itu berupa keadaan alam, tempat tinggal, pergaualan sebaya dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu kondisi lingkungan sekolah yang sehat turut mempengaruhi motivasi belajar.
5. Unsur-unsur Dinamis dalam Belajar dan Pembelajaran
Semua unsur dinamis dalam proses belajar dan pembelajaran turut mempengaruhi motivasi belajar. Karena siswa memiliki perasaan, perhatian, kemauan, ingatan, pikiran yang mengalami perubahan berkat pengalaman hidup. Untuk itu guru yang professional diharapkan mampu memanfaatkan semua unsure dinamis tersebut.
6. Upaya Guru dalam Membelajarkan Siswa
Intensitas pergaulan guru dan siswa mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan jiwa siswa. Karenanya sebagai pendidik guru harus dapat memilah dan memilih dengan memberikan tauladan yang baik untuk membelajarkan siswa.

E.UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR
Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan motivasi belajar seorang anak antara lain:
1 Optimalisasi penerapan prinsip belajar
Beberapa syarat yang harus dimiliki seorang guru dalam upaya pembelajaran kepada siswa diantaranya (a) guru telah mempelajari bahan pelajaran, (b) guru telah memahami bagian-bagian yang mudah, sedang dan sukar, (c) guru telah menguasai cara-cara mempelajari bahan, dan (d) guru telah memahami sifat bahan pelajaran.
Beberapa prinsip belajar di antaranya (a) belajar menjadi bermakna bila siswa memahami tujuan belajar, (b) belajar menjadi bermakna bila siswa dihadapkan pada pemecahan masalah yang menantangnya, (c) belajar menjadi bermakna bila guru mampu memusatkan segala kemampuan mental siswa dalam program tertentu, (d) sesuai dengan perkembangan jiwa siswa, (e) belajar bisa menjadi menantang bila siswa memahami prinsip penilaian dan faedah nilai belajarnya.
2. Optimalisasi Unsur Dinamis Belajar dan Pembelajaran
Upaya optimalisasi tersebut antara lain (a) memberi kesempatan pada siswa untuk mengungkapkan hambatan belajarnya, (b) memelihara minat, kemauan, dan semangat belajar siswa, (c) meminta kesempatan pada orang tua siswa agar memberi kesempatan pada siswa mengaktualisasi diri, (d) memanfaatkan unsure-unsur lingkungan, (e) menggunakan waktu secara tertib, (f) merangsang siswa dengan memberi penguat rasa percaya diri.



3. Optimalisasi Pemanfaatan, Pengalaman dan Kemampuan Siswa
Beberapa upaya optimalisasi tersebut antara lain (a) menugasi siwa membaca bahan belajar sebelumnya, (b) guru mempelajari hal-hal yang sukar bagi siswa, (c) guru memecahkan dan mencari cara memecahkan hal-hal yang sukar, (d) guru mengajarkan cara memecahkan dan mendidikkan keberanian mengatasi kesukaran, (e) guru mengajak serta siswa mengalami dan mengatasi permasalahan, (f) beri kesempatan siswa yang mampu memecahkan masalah untuk membantu rekannya
4. Pengembangan Cita-cita dan Aspirasi Belajar
Beberapa cara mendidik dan mengembangkan cita-cita belajar antara lain (a) menciptakan suasana belajar yang menggembirakan, (b) mengikut sertakan semua siswa untuk memelihara fasilitas belajar, (c) mengajak serta orang tua siswa memperlengkap fasilitas belajar.

Prev: Peningkatan Kemampuan Berbicara Siswa Kelas 1 MTs Sunan Kalijaga Malang Melalui Strategi Pemetaan Pikiran

Categories: None

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

3 Comments

Reply ratna
6:03 AM on May 25, 2009 
thank's ya...
lumayan buat nambah bahan skripsi
Reply Rina
11:49 PM on May 28, 2009 
tq for the note..I'll get all the help I need..
Reply AlmomlonGesse
9:32 AM on February 16, 2010 
Lots of people blog about this subject but you wrote down really true words!

Jajak Pendapat

Informasi

Bagi mahasiswa/i STKIP Pontianak yang mencari rumah kontrakan / kost bisa pertahun/bulanan di jamin murah dan berkualitas hubungi 082148710956 / 085245322212

Alih Bahasa

Hits Traffick

 

Buku Tamu

dimohon para pengunjung agar mengisi buku tamu dibawah ini

Panduan mengisi buku tamu

name : tulis nama kmu

website : tls web / email kmu

message : tls pesan kmu

Setelah itu tekan enter/klik pd tlsn Shout! Terima kasih atas kunjungannya

Foto kiriman teman

Selamat datang di situs artikel konseling

Romeo
 
  • Septian & Dian
  • Rama KPJ

  • Roma/BK/STKIP

  • Marito
  • Nandro
  • Denny & Afryanto
  • Indra

  • Amix Slanker



Juliet
 
  • Syifa (casual,simple..)
  • Ecka

  • Rini/BK/STKIP

  • Prizka/BK/STKIP

  • Nupus & ??
  • Ica

  • Inich

  • Enda

  • Yulie


 

 


Black Board

Kumpulan Materi & Referensi

  1. Bidang Pelayanan BK
  2. Kegitan Pendukung Konseling
  3. Jenis-jenis layanan dalam BK
  4. Bimbingan dan Konseling
  5. Psikoanalisis
  6. Perkembangan individu
  7. Tujuh sikap untuk mencairkan konflik di sekolah
  8. Laki-laki & Perempuan dengan peranan gender
  9. Perbedaan anak laki2 dan perempuan dlm cara
  10. Isu gender laki2 & perempuan
  11. Laki2 & depresi
  12. Keke rasan di video game dan agresi anak
  13. Dampak kekerasan di media televisi terhadap anak
  14. P engaruh lingkungan negativ
  15. Remaja dengan perilaku seksual intervensi
  16. Stres & pekerjaan karyawan
  17. Perilaku ekonomi membantu orang membuat pilihan yg lebih baik
  18. Attitude Inokulasi dpt mengurangi tingkat remaja merokok
  19. risiko yang terkait dengan kesehatan dpt mengubah perilaku seseorang
  20. Remaja & bunuh diri
  21. Efek Trauma
  22. Homoseksual
  23. Pancawaskita
  24. Perhitungan jam konselor di sekolah
  25. Tujuan pelayanan BK
  26. Rekonseptualisasi Bimbingan dan Konseling
  27. Sejarah lahirnya BK
  28. Kesalahan pemahaman tentang BK
  29. Pelayanan BK pada Sekolah Standar Nasional (SSN)
  30. Bimbingan dan Konseling di Sekolah
  31. Layanan BK sarat nilai
  32. Layanan Informasi (informasi karier)
  33. Kesulitan belajar dan bimbingan belajar
  34. Konsep Bimbingan Karier
  35. Posisi pengembangan diri dalam BK
  36. Jenis layanan BK
  37. Egois (the self)
  38. Perkembangan kepribadian
  39. Bidang BK
  40. Fungsi, prinsip, dan asas BK
  41. Tujuan BK
  42. Landasan / dasar BK
  43. Memahami emosi individu
  44. Taksonomi perilaku individu
  45. Memahami perilaku individu
  46. pengembangan diri remaja
  47. Sejarah organisasi PGRI
  48. motivasi belajar dan pembelajaran
  49. Bimbingan dan Konseling sesuai budaya
  50. Peran Guru dalam proses pendidikan
  51. Ciri-ciri Guru Konstruktivis
  52. Perilaku nyontek dalam pendidikan
  53. Perkembangan Karier
  54. Perihal ideologi dan praktek kebudayaan
  55. Prinsip dengan sistem belajar mandiri
  56. Pembelajaran
  57. motivasi belajar
  58. Percaya diri di depan kelas
  59. model belajar dan pembelajaran berorientasi kompetensi siswa
  60. Cara cepat memotivasi diri
  61. Konseling Psikologi Individual (Alred Adler)
  62. Layanan Mediasi
  63. Kedudukan siswa dalam pembelajaran
  64. Minat Belajar Siswa
  65. Tugas dan Peran Guru dalam proses pembelajaran
  66. Peran Guru dalam pelaksanaan Bimbingan dan Konseling
  67. Hakikat Pembelajaran
  68. 10 Kepribadian yang disukai
  69. Melatih mental dan pengertian rasa takut
  70. Menyibak aspek budaya dalam teknologi
  71. Variabel
  72. Evolusi Budaya
  73. Pengembangan diri remaja
  74. Administrasi Bimbingan & Konseling di sekolah
  75. Beberapa Isu Perkembangan Remaja
  76. Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan
  77. Penyesuaian Pengambilan Keputusan
  78. Belajar sebagai seorang dewasa
  79. Konsentrasi

Kegiatan & Informasi

No upcoming events

Download MP3

       # A #
  1. Andra & The Backbone / Muak
  2. Andra & The Backbone / Kepayang
  3. Andra & The Backbone / Main hati
  4. Andra & The Backbone / Mimpi yg terbunuh
  5. Andra & The Backbone / Hitam ku
  6. Andra & The Backbone / Sahabat
  7. Andra & The Backbone / Seperti hidup kembali
  8. Andra & The Backbone / Tak ada yg bisa
  9. Andra & The Backbone / 3 Keajaiban
  10. Andra & The Backbone / Selamat tinggal masa lalu
       # B #
  1. bbbbbbbbbbbb
  2. bbbbbbbbbbbb
       # C #
  1. ccccccccccccc
  2. ccccccccccccc
       # D #
  1. D'Masiv (Perubahan) / Lelaki pantang menyerah
  2. D'Masiv (Perubahan) / Aku percaya kamu
  3. D'Masiv (Perubahan) / Cinta ini membunuh ku
  4. D'Masiv (Perubahan) / Cinta sampai di sini
  5. D'Masiv (Perubahan) / Dan kamu
  6. D'Masiv (Perubahan) / Diam tanpa kata
  7. D'Masiv (Perubahan) / Diantara kalian
  8. D'Masiv (Perubahan) / Dilema
  9. D'Masiv (Perubahan) / I'll Fill
  10. D'Masiv (Perubahan) / Merindukan mu
  11. D'Masiv (Perubahan) / Sebelah mata
  12. D'Masiv (Perubahan) / Tak bisa hidup tanpa mu
  13. D'Masiv (Perubahan) / Tak pernah rela
        # E #
  1. eeeeeeeeee
  2. eeeeeeeeee
        # F #
  1. fffffffffffffffffffffff
  2. fffffffffffffffffffffff
        # G #
  1. gggggggggg
  2. gggggggggg
       # H #
  1. Hijau daun / Sampai kau bicara
  2. Hijau daun / Suara ku berharap
  3. Hijau daun / Cobalah
  4. Hijau daun / Dewi
  5. Hijau daun / Dunia lain
       # I #
  1. iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
  2. iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
        # J #
  1. jjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjj
  2. jjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjj
        # K #
  1. kkkkkkkkkkk
  2. kkkkkkkkkkk
        # L #
  1. llllllllllllllllllllll
  2. llllllllllllllllllllll
        # M #
  1. mmmmmm
  2. mmmmmm
       # N #
  1. nnnnnnnnn
  2. nnnnnnnnn
       # O #
  1. ooooooooo
  2. ooooooooo
       # V #
  1. ppppppppp
  2. ppppppppp
        # Q #
  1. qqqqqqqqq
  2. qqqqqqqqq
        # R #
  1. rrrrrrrrrrrrrrrr
  2. rrrrrrrrrrrrrrrr
        # S #
  1. sssssssss
  2. sssssssss
        # T #
  1. ttttttttttttttttttttt
  2. ttttttttttttttttttttt
        # U #
  1. uuuuuuuuu
  2. uuuuuuuuu
       # V #
  1. vvvvvvvvvvvv
  2. vvvvvvvvvvvv
      # W #
  1. wwwwwww
  2. wwwwwww
       # X #
  1. xxxxxxxxxxxx
  2. xxxxxxxxxxxx
        # Y #
  1. yyyyyyyyyyyy
  2. yyyyyyyyyyyy
        # Z #
  1. zzzzzzzzzzzz
  2. zzzzzzzzzzzz
        # Number #
  1. 111111111
  2. 111111111

Berita Terkini

Info Celebrity