Bimbingan Konseling STKIP PGRI Pontianak

Bimbingan Konseling, Universitas, Pontianak, Psikologi, Budaya, Pendidikan, STKIP PGRI Pontianak

Blog & Referensi Post New Entry

PERANAN GURU DALAM PELAKSANAAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Posted by bk-stkip-pontianak on April 23, 2009 at 1:03 AM

www.bk-stkip-pontianak.webs.com

http://yuliardika.blogspot.com/2009/04/makalah-peranan-guru-dalam-pelaksanaan.html


Bab I
Pendahuluan

“Didiklah anak-anakmu dengan kebijaksanaan dan luruskanlah ia selagi masih muda. Ibarat tunas pepohonan, akan mudah bagimu meluruskannya, tetapi jika ia telah menjadi pohon besar yang bengkok niscaya ia akan patah saat engkau meluruskannya.”

Istilah bimbingan dan konseling (BK) bukanlah hal yang asing lagi kita. Namun kenyataannya tidak semua orang mengetahui dan mengerti akan esensi dan substansi dari pelaksanaan BK tersebut. Banyak orang yang berpendapat bahwa BK adalah tempat untuk menangani siswa-siswa yang suka membolos, rajin tidak masuk, serta yang bandel dan nakal saja. Sehingga BK terkesan seolah-olah hanya menjadi tempat evakuasi segala pelaku kejahatan sekolah. Tak heran kalau ada plesetan kepanjangan BK yaitu “Bengkel Kejahatan” atau “Bengkel Kurawa” di sekolah.

Persepsi yang kurang tepat terhadap BK tersebut, ternyata tidak hanya menjangkiti masyarakat awam. Para guru sebagai pendidik pun masih ada yang menganggap bahwa BK itu bukan bagian dari tugasnya, tetapi adalah tugas khusus yang hanya boleh dilaksanakan oleh “guru BK” (konselor). Pandangan semacam ini kemudian menjadikan guru leluasa meminggirkan siswa-siswanya yang dianggap “buruk, jahat, dan kurang asertif” dalam pendidikan. Mereka kemudian akan mengirim anak “nakal” tersebut ke ruang sempit mencekam tempat para konselor berada. Padahal, gurulah yang seharusnya memberikan penanganan pertama terhadap problematika siswa-siswanya karena merekalah yang lebih sering berinteraksi. Berdasarkan hal tersebut, guru pun sebenarnya dituntut untuk menguasai kompetensi dalam hal bimbingan dan konseling.
Maka dari itu, sudah saatnya para guru mengubah persepsinya masalah yang cukup serius ini. Dalam makalah ini, akan kami uraikan mengenai peranan yang seharusnya dilakukan oleh para guru dalam pelaksanaan BK meliputi: pengidenfikasian masalah siswa, pengalihtanganan siswa yang bermasalah, penciptaan suasana belajar kondusif, konferensi kasus dan hal-hal lain yang bertalian dengan pelaksanaan BK.

Bab II
Pembahasan

Program bimbingan dan konseling di sekolah pada dasarnya adalah kegiatan operasional bimbingan konseling yang dilaksanakan oleh konselor atau guru pembimbing. Program ini bertujuan untuk membantu para siswa menangani masalah-masalah psikis yang dihadapinya serta membentuk kepribadian yang baik.
Keberhasilan penyelenggaraan bimbingan dan konseling di sekolah, tidak lepas dari peranan berbagai pihak di sekolah. Selain Guru Pembimbing atau Konselor sebagai pelaksana utama, penyelenggaraan Bimbingan dan konseling di sekolah, juga perlu melibatkan kepala sekolah, guru mata pelajaran dan wali kelas.

Peran Kepala Sekolah
Kepala sekolah selaku penanggung jawab seluruh penyelenggaraan pendidikan di sekolah memegang peranan strategis dalam mengembangkan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Secara garis besarnya, Prayitno (2004) memerinci peran, tugas dan tanggung jawab kepala sekolah dalam bimbingan dan konseling, sebagai berikut :
Mengkoordinir segenap kegiatan yang diprogramkan dan berlangsung di sekolah, sehingga pelayanan pengajaran, latihan, dan bimbingan dan konseling merupakan suatu kesatuan yang terpadu, harmonis, dan dinamis.
Menyediakan prasarana, tenaga, dan berbagai kemudahan bagi terlaksananya pelayanan bimbingan dan konseling yang efektif dan efisien.
Melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perencanaan dan pelaksanaan program, penilaian dan upaya tidak lanjut pelayanan bimbingan dan konseling.
Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Memfasilitasi guru pembimbing/konselor untuk dapat mengembangkan kemampuan profesionalnya, melalui berbagai kegiatan pengembangan profesi.
Menyediakan fasilitas, kesempatan, dan dukungan dalam kegiatan kepengawasan yang dilakukan oleh Pengawas Sekolah Bidang BK

Peran Guru Mata Pelajaran
Di sekolah, tugas dan tanggung jawab utama guru adalah melaksanakan kegiatan pembelajaran siswa. Kendati demikian, bukan berarti dia sama sekali lepas dengan kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling. Peran dan konstribusi guru mata pelajaran tetap sangat diharapkan guna kepentingan efektivitas dan efisien pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. Bahkan dalam batas-batas tertentu guru pun dapat bertindak sebagai konselor bagi siswanya. Wina Senjaya (2006) menyebutkan salah satu peran yang dijalankan oleh guru yaitu sebagai pembimbing dan untuk menjadi pembimbing baik guru harus memiliki pemahaman tentang anak yang sedang dibimbingnya. Sementara itu, berkenaan peran guru mata pelajaran dalam bimbingan dan konseling, Sofyan S. Willis (2005) mengemukakan bahwa guru-guru mata pelajaran dalam melakukan pendekatan kepada siswa harus manusiawi-religius, bersahabat, ramah, mendorong, konkret, jujur dan asli, memahami dan menghargai tanpa syarat. Prayitno (2003) memerinci peran, tugas dan tanggung jawab guru-guru mata pelajaran dalam bimbingan dan konseling adalah :
Dalam hal ini, guru pun dapat berperan menjadi bagian dari pelaksana bimbingan dan konseling dalam berbagai hal seperti :
Pengidentifikasian masalah siswa
Mengidentifikasi masalah siswa bukan hanya tugas guru pembimbing atau konselor tetapi guru tetap berperan dalam kegiatan ini. Sebagaimana dirumuskan dalam kurikulum 1975 tentang Pedoman Pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah bahwa salah satu tugas guru atau pengajar adalah ‘ bekerja sama dengan penyuluh pendidikan dalam pengumpulan data siswa, mengidentifikasi masalah ‘. Artinya guru dan guru pembimbing itu harus saling bekerja sama secara aktif dalam pengidentifikasian masalah siswa. Dalam hal ini, guru sebagai penilai (evaluator) yang harus mengumpulkan, menganalisa, menafsirkan dan akhirnya harus memberikan pertimbangan (judgement), atas tingkat keberhasilan proses pembelajaran, berdasarkan kriteria yang ditetapkan, baik mengenai aspek keefektifan prosesnya maupun kualifikasi produknya. Kegiatan ini dapat diaplikasikan dalam bentuk pengidentifikasian prestasi siswa, jika prestasi siswa baik maka seorang guru perlu mengadakan pengayaan, sebaliknya jika tidak baik maka seorang guru perlu mengadakan bimbingan intensif. Selain itu, seorang guru, terutama wali kelas hendaknya mencatat perubahan perilaku siswa yang mencolok karena pada dasarnya menurut pakar psikologi pendidikan, guru merupakan seorang yang memahami psikologi pendidikan dan mampu mengamalkannya dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik sehingga guru dapat memperbaiki perilaku siswa dan menciptakan suasana yang kondusif.
Pengalihtanganan ( referal ) siswa yang bermasalah.
Ketika penanganan masalah dipandang berat oleh guru karena faktor-faktor tertentu maka dapat dibenarkan untuk dialihtangankan pada pihak yang lebih berkompeten. Pengalih-tanganan menurut W.S. Winkel merupakan pengiriman konseling pada ahli lain di dalam atau di luar lingkungan sekolah, yang berwenang memberi pelayanan yang tidak dapat diberikan oleh konselor sendiri. Mekanisme pengalih-tanganan ini adalah guru mengalihkan pada konselor jika konselor tidak mampu maka konselorlah yang akan mengalihkan pada ahli lain. Jadi bukan guru yang langsung mengalih-tangankannya pada ahli lain. Pengalih-tanganan ini dijelaskan dalam kurikulum 1975 yaitu ‘ mengirimkan ( referal ) dalam masalah siswa tidak dapat diselesaikannya kepada penyuluh pendidikan. Apabila guru mampu mengatasi sendiri maka tidak perlu dialih-tangankan sebagai contoh : bila terdapat siswa yang terlibat dalam kasus narkoba, maka masalah itu harus dialihkan melalui mekanisme pengalihan tersebut kepada pihak kepolisian yang lebih mengerti dalam mengatasi permasalahan tersebut.
Pengembangan suasana yang kondusif untuk pelayanan bimbingan dan konseling
Pelaksanan bimbingan dan konseling di sekolah dibutuhkan suasana yang menunjang untuk mendapatkan hasil atau manfaat. Suasana yang dimaksud misalnya : adanya sarana dan prasarana yang memadai, adanya dukungan dari lingkungan sekolah, dialokasikan waktu untuk bimbingan dan konseling secara proporsional. Guru seharusnya sudah memahami bahwa tugasnya tidak berbeda dengan guru bimbingan dan konseling, sehingga pemahaman yang demikian dapat tercermin dalam sikap dan pandangannya serta tanggung jawab terhadap persoalan siswa. Secara konkrit, peranan guru dalam hal ini antara lain : menunjukkan sikap yang positif terhadap progam-program bimbingan dan konseling sesuai dengan deskripsi tugas guru, contohnya dalam kedisiplinan waktu pada proses belajar mengajar.
Berpartisipasi dalam konferensi kasus
Konferensi kasus, pada hakikatnya adalah pertemuan khusus para pihak-pihak terkait dalam rangka membahas kasus untuk memperoleh kejelasan tentang kasus tersebut dan memperoleh rumusan yang jelas dan bijaksana bagaimana kasus tersebut ditanganinya. Konferensi kasus yang berhubungan dengan siswa biasanya dilakukan dengan melibatkan orang tua, namun dalam konferensi kasus di sini pihak yang terlibat adalah yang ada relevansinya dengan masalah siswa tersebut. Sepanjang masalah yang berhubungan dengan siswa membutuhkan guru untuk berpartisipasi baik yang sifatnya memberikan informasi maupun memikirkan jalan keluar maka guru selayaknya mengambil bagian secara aktif dalam kegiatan konferensi kasus tersebut, misalnya siswa yang sering membolos, maka pihak sekolah perlu mempertimbangkan masalah tersebut dengan kebijakan sekolah berdasarkan keterangan orang tua siswa.

Peran Wali Kelas
Sebagai pengelola kelas tertentu dalam pelayanan bimbingan dan konseling, Wali Kelas berperan :
Membantu guru pembimbing/konselor melaksanakan tugas-tugasnya, khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya;
Membantu Guru Mata Pelajaran melaksanakan peranannya dalam pelayanan bimbingan dan konseling, khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya;
Membantu memberikan kesempatan dan kemudahan bagi siswa, khususnya dikelas yang menjadi tanggung jawabnya, untuk mengikuti/menjalani layanan dan/atau kegiatan bimbingan dan konseling;
Berpartisipasi aktif dalam kegiatan khusus bimbingan dan konseling, seperti konferensi kasus; dan
Mengalihtangankan siswa yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling kepada guru pembimbing/konselor.

Bab III
Penutup

Kesimpulan
Program bimbingan dan konseling di sekolah pada dasarnya adalah kegiatan operasional bimbingan konseling yang dilaksanakan oleh konselor atau guru pembimbing tersebut. Program bimbingan dan konseling di sekolah disusun secara baik, lengkap, mantap, dan komprehensif, hal ini untuk mencapai tujuan layanan bimbingan dan konseling di sekolah secara secara lengkap dan optimal.
Di antara personil layanan bimbingan dan konseling di sekolah, guru diharapkan dapat berpartisipasi dan bekerjasama dengan personil bimbingan dan konseling lainnya, khususnya dalam hal :
Mengidentifikasi masalah siswa
Pengalihtanganan (referal) siswa yang bermasalah
Pengembangan suasana kondusif untuk layanan bimbingan dan konseling
Pemantauan pelaksanaan bimbingan dan konseling, dan konferensi khusus

Rekomendasi
Karena bimbingan konseling merupakan hal yang cukup signifikan dalam perkembangan kemajuan belajar peserta didik, maka tim bimbingan konseling harus dapat bekerja sama secara solid dalam melaksanakan bimbingan konseling.
Diperlukan pelatihan dan training tindak lanjut bagi tim bimbingan konseling agar pelakasanaan bimbingan konseling berjalan lebih optimal.

Categories: None

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

0 Comments

Jajak Pendapat

Informasi

Bagi mahasiswa/i STKIP Pontianak yang mencari rumah kontrakan / kost bisa pertahun/bulanan di jamin murah dan berkualitas hubungi 082148710956 / 085245322212

Alih Bahasa

Hits Traffick

 

Buku Tamu

dimohon para pengunjung agar mengisi buku tamu dibawah ini

Panduan mengisi buku tamu

name : tulis nama kmu

website : tls web / email kmu

message : tls pesan kmu

Setelah itu tekan enter/klik pd tlsn Shout! Terima kasih atas kunjungannya

Foto kiriman teman

Selamat datang di situs artikel konseling

Romeo
 
  • Septian & Dian
  • Rama KPJ

  • Roma/BK/STKIP

  • Marito
  • Nandro
  • Denny & Afryanto
  • Indra

  • Amix Slanker



Juliet
 
  • Syifa (casual,simple..)
  • Ecka

  • Rini/BK/STKIP

  • Prizka/BK/STKIP

  • Nupus & ??
  • Ica

  • Inich

  • Enda

  • Yulie


 

 


Black Board

Kumpulan Materi & Referensi

  1. Bidang Pelayanan BK
  2. Kegitan Pendukung Konseling
  3. Jenis-jenis layanan dalam BK
  4. Bimbingan dan Konseling
  5. Psikoanalisis
  6. Perkembangan individu
  7. Tujuh sikap untuk mencairkan konflik di sekolah
  8. Laki-laki & Perempuan dengan peranan gender
  9. Perbedaan anak laki2 dan perempuan dlm cara
  10. Isu gender laki2 & perempuan
  11. Laki2 & depresi
  12. Keke rasan di video game dan agresi anak
  13. Dampak kekerasan di media televisi terhadap anak
  14. P engaruh lingkungan negativ
  15. Remaja dengan perilaku seksual intervensi
  16. Stres & pekerjaan karyawan
  17. Perilaku ekonomi membantu orang membuat pilihan yg lebih baik
  18. Attitude Inokulasi dpt mengurangi tingkat remaja merokok
  19. risiko yang terkait dengan kesehatan dpt mengubah perilaku seseorang
  20. Remaja & bunuh diri
  21. Efek Trauma
  22. Homoseksual
  23. Pancawaskita
  24. Perhitungan jam konselor di sekolah
  25. Tujuan pelayanan BK
  26. Rekonseptualisasi Bimbingan dan Konseling
  27. Sejarah lahirnya BK
  28. Kesalahan pemahaman tentang BK
  29. Pelayanan BK pada Sekolah Standar Nasional (SSN)
  30. Bimbingan dan Konseling di Sekolah
  31. Layanan BK sarat nilai
  32. Layanan Informasi (informasi karier)
  33. Kesulitan belajar dan bimbingan belajar
  34. Konsep Bimbingan Karier
  35. Posisi pengembangan diri dalam BK
  36. Jenis layanan BK
  37. Egois (the self)
  38. Perkembangan kepribadian
  39. Bidang BK
  40. Fungsi, prinsip, dan asas BK
  41. Tujuan BK
  42. Landasan / dasar BK
  43. Memahami emosi individu
  44. Taksonomi perilaku individu
  45. Memahami perilaku individu
  46. pengembangan diri remaja
  47. Sejarah organisasi PGRI
  48. motivasi belajar dan pembelajaran
  49. Bimbingan dan Konseling sesuai budaya
  50. Peran Guru dalam proses pendidikan
  51. Ciri-ciri Guru Konstruktivis
  52. Perilaku nyontek dalam pendidikan
  53. Perkembangan Karier
  54. Perihal ideologi dan praktek kebudayaan
  55. Prinsip dengan sistem belajar mandiri
  56. Pembelajaran
  57. motivasi belajar
  58. Percaya diri di depan kelas
  59. model belajar dan pembelajaran berorientasi kompetensi siswa
  60. Cara cepat memotivasi diri
  61. Konseling Psikologi Individual (Alred Adler)
  62. Layanan Mediasi
  63. Kedudukan siswa dalam pembelajaran
  64. Minat Belajar Siswa
  65. Tugas dan Peran Guru dalam proses pembelajaran
  66. Peran Guru dalam pelaksanaan Bimbingan dan Konseling
  67. Hakikat Pembelajaran
  68. 10 Kepribadian yang disukai
  69. Melatih mental dan pengertian rasa takut
  70. Menyibak aspek budaya dalam teknologi
  71. Variabel
  72. Evolusi Budaya
  73. Pengembangan diri remaja
  74. Administrasi Bimbingan & Konseling di sekolah
  75. Beberapa Isu Perkembangan Remaja
  76. Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan
  77. Penyesuaian Pengambilan Keputusan
  78. Belajar sebagai seorang dewasa
  79. Konsentrasi

Kegiatan & Informasi

No upcoming events

Download MP3

       # A #
  1. Andra & The Backbone / Muak
  2. Andra & The Backbone / Kepayang
  3. Andra & The Backbone / Main hati
  4. Andra & The Backbone / Mimpi yg terbunuh
  5. Andra & The Backbone / Hitam ku
  6. Andra & The Backbone / Sahabat
  7. Andra & The Backbone / Seperti hidup kembali
  8. Andra & The Backbone / Tak ada yg bisa
  9. Andra & The Backbone / 3 Keajaiban
  10. Andra & The Backbone / Selamat tinggal masa lalu
       # B #
  1. bbbbbbbbbbbb
  2. bbbbbbbbbbbb
       # C #
  1. ccccccccccccc
  2. ccccccccccccc
       # D #
  1. D'Masiv (Perubahan) / Lelaki pantang menyerah
  2. D'Masiv (Perubahan) / Aku percaya kamu
  3. D'Masiv (Perubahan) / Cinta ini membunuh ku
  4. D'Masiv (Perubahan) / Cinta sampai di sini
  5. D'Masiv (Perubahan) / Dan kamu
  6. D'Masiv (Perubahan) / Diam tanpa kata
  7. D'Masiv (Perubahan) / Diantara kalian
  8. D'Masiv (Perubahan) / Dilema
  9. D'Masiv (Perubahan) / I'll Fill
  10. D'Masiv (Perubahan) / Merindukan mu
  11. D'Masiv (Perubahan) / Sebelah mata
  12. D'Masiv (Perubahan) / Tak bisa hidup tanpa mu
  13. D'Masiv (Perubahan) / Tak pernah rela
        # E #
  1. eeeeeeeeee
  2. eeeeeeeeee
        # F #
  1. fffffffffffffffffffffff
  2. fffffffffffffffffffffff
        # G #
  1. gggggggggg
  2. gggggggggg
       # H #
  1. Hijau daun / Sampai kau bicara
  2. Hijau daun / Suara ku berharap
  3. Hijau daun / Cobalah
  4. Hijau daun / Dewi
  5. Hijau daun / Dunia lain
       # I #
  1. iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
  2. iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
        # J #
  1. jjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjj
  2. jjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjj
        # K #
  1. kkkkkkkkkkk
  2. kkkkkkkkkkk
        # L #
  1. llllllllllllllllllllll
  2. llllllllllllllllllllll
        # M #
  1. mmmmmm
  2. mmmmmm
       # N #
  1. nnnnnnnnn
  2. nnnnnnnnn
       # O #
  1. ooooooooo
  2. ooooooooo
       # V #
  1. ppppppppp
  2. ppppppppp
        # Q #
  1. qqqqqqqqq
  2. qqqqqqqqq
        # R #
  1. rrrrrrrrrrrrrrrr
  2. rrrrrrrrrrrrrrrr
        # S #
  1. sssssssss
  2. sssssssss
        # T #
  1. ttttttttttttttttttttt
  2. ttttttttttttttttttttt
        # U #
  1. uuuuuuuuu
  2. uuuuuuuuu
       # V #
  1. vvvvvvvvvvvv
  2. vvvvvvvvvvvv
      # W #
  1. wwwwwww
  2. wwwwwww
       # X #
  1. xxxxxxxxxxxx
  2. xxxxxxxxxxxx
        # Y #
  1. yyyyyyyyyyyy
  2. yyyyyyyyyyyy
        # Z #
  1. zzzzzzzzzzzz
  2. zzzzzzzzzzzz
        # Number #
  1. 111111111
  2. 111111111

Berita Terkini

Info Celebrity